Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Nov 2019 12:05 WIB

Eropa Diskriminasi Sawit RI, Jokowi: Kita Gunakan Sendiri

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Jokowi di acara Kompas 100 CEO Forum. (Andhika Prasetia/detikcom). Foto: Jokowi di acara Kompas 100 CEO Forum. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyuarakan produk minyak kelapa sawit (CPO) tanah air lebih baik dimanfaatkan di dalam negeri. Hal itu seiring adanya diskriminasi yang dilakukan negara Uni Eropa.

Menurut Jokowi, pemanfaatan minyak kelapa sawit di dalam negeri juga bisa menjadi upaya pemerintah dalam menekan tekor neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (CAD).

"Kenapa harus tarung dengan Uni Eropa karena kita di-banned diskriminasi CPO kita? Kita pakai sendiri saja," kata Jokowi saat menjadi pembicara kunci di acara CEO Forum, Jakarta, Kamis (28/11/2019).


CPO yang dimanfaatkan di dalam negeri, dikatakan Jokowi bisa untuk pengembangan program biodiesel sebagai bahan campuran BBM jenis solar. Sampai saat ini, pemerintah baru bisa menerapkan B20.

"Sudah berjalan B20, masuk lagi B50, B100 artinya CPO kita gunakan sendiri untuk biodiesel, biofuel," jelas dia.

"Kan kelihatan harga CPO 1-2 tahun kelihatan, sekarang sampai berapa nantinya B30 di Januari dan B100 akan angka berapa artinya petani sawit kita akan menikmati harga yang baik, target kita di sana," sambungnya.

Tidak hanya itu, Jokowi mengungkapkan bahwa dalam rangka menyelesaikan masalah defisit neraca perdagangan dan CAD juga akan ditempuh melalui pengembangan 10 Bali baru, di mana 10 lokasi pariwisata ini akan menjadi sumber devisa baru bagi pemerintah.


Dari 10 Bali baru, pemerintah memilih lima destinasi super prioritas yaitu Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, dan Bunaken. Seluruh destinasi super prioritas ini ditargetkan selesai pada akhir 2020.

"Saya kasih contoh misalnya Borobudur, bulan Maret nanti Yogyakarta International Airport selesai 100 persen, dari sana akan ada jalan langsung Borobudur lebih dekat, turis bisa lebih dekat, dan lingkaran juga akan diperbaiki termasuk penyiapan lahan yang dikhusukan mendukung Borobudur sebagai tempat wisata yang wajib dikunjungi turis luar," ungkap dia.

Simak Video "Tak Penuhi Standar, Thailand Kembalikan 25 Kontainer Kelapa RI "
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com