Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Des 2019 12:21 WIB

Helikopter Made In Bandung Siap Dikirim ke Basarnas

Mochamad Solehudin - detikFinance
Foto: Helikopter Made In Bandung (Mochamad Solehudin/detikcom) Foto: Helikopter Made In Bandung (Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (DI) menyerahkan dua unit Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+Dauphin kepada Basarnas. Dua unit helikopter itu menjadi tambahan kekuatan dalam menjalankan operasi penyelamatan yang dilakukan Basarnas.

Penyerahan dua unit helikopter itu dilakukan di Hanggar Rotary Wing PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019). Proses serah terima tersebut sesuai dengan kontrak jual beli antara PT DI dengan Basarnas pada 16 November 2018 lalu.

"Alhamdulillah ini tepat waktu, kontrak November 2018 dan diserahkan Desember 2019," kata Dirut PT DI Elfien Goentoro, saat ditemui di lokasi.


Dia mengungkapkan, Helikopter Medium Intermediate AS365 N3+Dauphin merupakan produk kerjasama antara PT DI dengan Airbus Helicopter, Perancis. Helikopter ini telah sesuai dengan standar SAR dan dilengkapi hoist alat untuk menarik atau mengevakuasi korban di sisi pintu kanan.

"Kita punya industrial collaboration dengan Airbus Helicopter. Ini untuk pertolongan kepada yang mengalami bencana terutama ada hoist untuk bisa angkat (korban) dari laut, tanah atau menurunkan personel untuk ke bawah tanpa harus landing," katanya.

Helikopter Made In BandungHelikopter Made In Bandung Foto: Helikopter Made In Bandung (Mochamad Solehudin/detikcom)

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito menyatakan, dua unit helikopter yang dipesannya akan menjadi tambahan kekuatan dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan.

"Tentu saja ini akan menambah kekuatan Basarnas, meningkatkan respon time dan akan menambah kemampuan operasional untuk melakukan operasi SAR di Basarnas," ucapnya.


Dia mengungkapkan, saat ini Basarnas telah memiliki delapan unit helikopter. Secara bertahap pihaknya akan terus menambah jumlah helikopter minimum sebanyak 15 unit.

"Helikopter selama ini total ada delapan. Namun ke depan minimum punya 15. Kita dalam Renstra tiap tahun menambah dua helikopter untuk mempercepat pelaksanaan operasi SAR," katanya.

Simak Video "Pesan Lapan untuk Jujun, Tukang Bubut Perakit Heli Asal Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com