Pabrik Bom di Ibu Kota Baru Bikin Detonator untuk Industri Tambang

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Jumat, 13 Des 2019 13:46 WIB
Foto: RI-Australia kerja sama bangun pabrik bom - Herdi Alif Alhikam
Jakarta - Pabrik bahan peledak komersil hasil kerja sama Indonesia-Australia akan segera dibangun di dekat ibu kota baru. Pabrik ini akan fokus untuk memproduksi detonator.

Lantas apa saja kegunaan detonator?

Dirtekindhan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan Sri Yanto menyatakan detonator digunakan sebagai alat pemicu ledakan. Biasanya, detonator digunakan oleh industri tambang dan konstruksi untuk meledakkan lapisan tanah.

"Detonator biasanya untuk industri tambang ataupun konstruksi. Jadi alat ini biasanya dipakai untuk meledakkan lapisan tanah yang akan kita gunakan areanya," ucap Yanto usai acara penandatanganan kerja sama pabrik detonator, di Intercontinental Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).


Dia mencontohkan biasanya para penambang akan meledakkan lapisan tanah yang mau ditambang untuk membuka akses menuju hasil tambang. Setelah hasil tambang terlihat, pengerukan pun dilakukan.

"Kalau di tambang berarti untuk ledakan lapisan tanah yang mau ditambang. Dia diledakkan, kemudian sisa tanahnya digeser, hasil tambangnya kita ambil," ucap Yanto.

Berikutnya, digunakan pada industri konstruksi, khususnya dalam pembangunan jalan. Misalnya, sebuah jalan ingin dibuat menembus bukit, maka bukit itu akan diledakkan setelah itu proses konstruksi dimulai.

"Kalau konstruksi misal mau bikin jalan, nembus bukit. Bukitnya kita ledakan, setelah itu land clearing areanya baru kita mulai konstruksi," ucap Yanto.



Untuk informasi, pabrik bahan peledak kerja sama antara Indonesia-Australia ini akan dibangun di dekat ibu kota baru, tepatnya di Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pabrik ini rencananya dibangun seluas 25 hektar dengan target produksi 1 juta detonator elektrik dan 3 juta detonator non elektrik.

Pabrik ini merupakan kerja sama antara PT Trifita Perkasa dari Indonesia dengan Orica Mining Service dari Australia. Konstruksi pabrik bakal dimulai Maret 2020 dan ditarget operasi pada bulan November.



Simak Video "Kabar Baik! Bantuan UMKM dan Gaji Rp 600 Ribu Cair Agustus 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)