Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Des 2019 16:07 WIB

Produksi Dalam Negeri Loyo, Susu Impor Dominasi RI

Soraya Novika - detikFinance
Foto: iStock
Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Teten Masduki mengungkapkan bahwa produksi susu dalam negeri saat ini masih belum mampu memenuhi konsumsi susu rakyat Indonesia secara menyeluruh.

"Kebutuhan kita itu hari ini sampai 9 juta liter/tahun, sementara produksi kita baru 1,5 juta liter/tahun," ungkap Teten ditemui di SMESCO Tower, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019).

Sehingga, tidak dapat dipungkiri, pasokan susu dalam negeri saat ini paling banyak memang diisi oleh susu impor. Menurut Teten, secara total, produk susu dalam negeri di pasar domestik baru mencapai 20% dari total produk susu yang diperjual-belikan.

"Kemarin baru saya lihat lagi, baru 20% produk (susu) kita, jadi ke depan ini dalam waktu dekat kita mau tingkatkan produksinya dan kurangi impornya," katanya.

Demi menggenjot produksi susu dalam negeri, Teten berencana bakal berkoordinasi dengan kementerian lembaga terkait.

"Ini saya mau koordinasikan dengan Kementerian Pertanian dan kementerian terkait lainnya. Jadi kita akan bidik beberapa produk yang memang kita bisa tingkatkan produksinya di dalam negeri, bukan hanya susu tapi komoditas lainnya juga," ungkapnya.


Sementara, Teten telah merangkum strategi peningkatan produksi susu dalam negeri yaitu dengan meremajakan indukan sapi yang berkualitas, agar produktivitas petani meningkat, lalu menyiapkan lahan untuk pakan ternak, dan menyiapkan pembiayaan.

Teten mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian untuk mengakses lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai lahan pakan ternak, serta menyangkut impor indukan, dan sebagainya.

Pihaknya juga siap bekerjasama dengan Kementan untuk memproduksi susu dan dengan Kementerian Kesehatan untuk penyediaan susu bagi anak sekolah secara berkala. Kementerian BUMN pun akan dilibatkan agar bisa memanfaatkan lahan-lahan yang menganggur.

Untuk masalah pembiayaan, Kemenkop memiliki LPDB KUMKM. Selain itu, kini sudah ada KUR (kredit usaha rakyat) untuk peternak dengan jangka waktu kredit lebih panjang.

"Jadi karena kebutuhannya (susu) masih tinggi, demand nya sangat tinggi susu ini, yang mana industri susu itu tumbuh 15% setahun, sebenarnya opportunity nya besar kalau UMKM kita bisa meningkatkan produksinya," tutupnya.



Produksi Dalam Negeri Loyo, Susu Impor Dominasi RI


Simak Video "Keseruan Anak-anak Belajar Memerah Susu Sapi di Tulungagung"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com