Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 07 Jan 2020 14:53 WIB

Erick Thohir Mau Bentuk Holding Industri Manufaktur

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menugaskan enam perusahaan pelat merah untuk membentuk kluster industri manufaktur. Keenam BUMN itu yakni PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

Dalam pembentukan kluster industri manufaktur ini, Barata berperan sebagai koordinator. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Fajar Harry Sampurno saat berkunjung ke Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2020).

"Ada SK Pak Menteri menugaskan enam perusahaan untuk membentuk kluster industri manufaktur," katanya.


Harry menjelaskan, kluster industri ini akan memproduksi kapal, turbin, dan alat berat lainnya. Namun, produksi tetap dilakukan di masing-masing BUMN.

"Lho ini nggak, ada yang enam perusahaan itu, dari Sabang sampai Ambon. Mulai dari Sabang, Ambon, Makassar, Bitung, Manado. Ada di 17 lokasi," ujarnya.


Lanjutnya, dalam pembentukan kluster industri ini, operasional dari enam BUMN akan dikonsolidasikan. Selanjutnya, disinergikan untuk produksi bersama. Kluster industri ini juga akan mendukung Pertamina dalam percepatan pembangunan kilang.

"Kita konsolidasikan operasi dulu. Saling sinergi untuk pembuatan kapal laut. Kemudian pemeliharaan. Kita juga mendukung Pertamina untuk percepatan pembangunan kilang. Kemudian PLN untuk pembangkit," jelasnya.

Nantinya, kluster BUMN ini tergabung dalam holding yang rencananya terbentuk tahun ini.

"Mungkin holding. Dulu namanya NSHI (National Shipbuilding and Heavy Industry). Di SK Pak Menteri kluster industri manufaktur. Karena PAL kan ikut pertahanan," tutupnya.


Erick Thohir Mau Bentuk Holding Industri Manufaktur


Simak Video "Soal Super Holding BUMN, Rini: Nanti Bicara Dulu dengan Presiden"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com