Markas Produsen Aluminium Terbesar RI yang Direbut dari Jepang

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 20 Jan 2020 16:35 WIB
Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom

Pabrik Anoda digunakan sebagai tempat produksi anoda tangkai yang akan digunakan dalam proses reduksi, pabrik reduksi digunakan untuk mereduksi alumina (bahan baku aluminium) menjadi aluminium melalui proses elektrolisis Hall-Heroult, serta pabrik pencetakan yang digunakan untuk mencetak aluminium cair menjadi produk aluminium batangan, billet, dan alloy.


Di kawasan ini juga terdapat sistem pembersih gas yang berfungsi memproses gas fluoride yang akan direaksikan dengan alumina melalui dry scrubber system. Ada pula Pelabuhan Kuala Tanjung yang digunakan untuk arus keluar dan masuk barang ke pabrik maupun pengiriman produk ke Jakarta dan Surabaya.

Kawasan terintegrasi ini mengandalkan pasokan listrik dari dua stasiun pembangkit, yakni Siguragura dan Tangga. Pembangkit tersebut dihasilkan dari Bendungan Pengatir Siruar dan Bendungan Tangga yang memanfaatkan aliran air konstan dari Sungai Asahan.

Inalum memanfaatkan potensi air Sungai Asahan yang mengalir dari Danau Toba menjadi energi dasar Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Siguragura dan Tangga dengan total kapasitas 603 MW.

Saat ini Inalum baru memiliki kapasitas produksi 250.000 ton per tahun aluminium dalam bentuk ingot, alloy, dan billet. Rencana tahap pertama, Inalum akan menambah kapasitas sebesar 30.000 ton per tahun dengan cara memodernisasi permesinan dan pembangkit listrik.
Halaman


Simak Video "Isu Denny JA Tagih Jabatan ke Luhut, Ini Jawaban Kementerian BUMN"
[Gambas:Video 20detik]

(eds/das)