Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 24 Jan 2020 07:57 WIB

Jokowi Wanti-wanti Prabowo Jangan Mark Up Anggaran

Hendra Kusuma - detikFinance
Jokowi Wanti-wanti Prabowo Jangan Mark Up Anggaran. Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mengelola anggaran Kementerian Pertahanan dengan baik. Jokowi tidak ingin anggaran besar pertahanan justru disalahgunakan seperti tindakan mark up dan sebagainya.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan pengarahan pada acara Rapim Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri tahun 2020. Jokowi bilang, anggaran Kementerian Pertahanan terbesar nomor satu dibandingkan dengan instansi lainnya.

"Perlu saya informasikan Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi APBN terbesar sejak 2016 sampai sekarang. Tahun 2020 sekitar Rp 127 triliun. Hati-hati penggunaan ini," kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini ingin anggaran besar Kementerian Pertahanan digunakan sebagai investasi yang berguna di kemudian hari, terutama bagi sistem pertahanan nasional.

Adapun 10 kementerian/lembaga (K/L) yang anggarannya besar di tahun 2020 adalah Kementerian Pertahanan Rp 127,4 triliun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rp 120,2 triliun, Kepolisian Republik Indonesia Rp 90,3 triliun, Kementerian Agama Rp 65,1 triliun, Kementerian Sosial Rp 62,8 triliun.

Selanjutnya, Kementerian Kesehatan Rp 57,4 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 42,7 triliun, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Rp 42,2 triliun, Kementerian Keuangan Rp 37,2 triliun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rp 35,7 triliun.

Dia pun percaya bahwa Prabowo mampu memanfaatkan anggarannya dengan baik.

Jokowi Wanti-wanti Prabowo Jangan Mark Up Anggaran


Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com