Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 31 Jan 2020 19:25 WIB

Sudah 8 Perusahaan Dapat Izin Impor Gula dari Kemendag

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Tumpukan gula di gudang Bulog Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta -

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan izin persetujuan impor (PI) raw sugar alias rafinasi kini telah disetujui oleh Menteri Perdagangan. Tercatat 8 perusahaan telah mendapat izin impor gula dari Kemendag.

"Jadi Mendag sudah menyetujui izin impor atas rekomendasi dari perindustrian, hari ini 8 perusahaan rafinasi sudah mendapatkan izin, kemungkinan yang lainnya menyusul karena masih dalam croscheck," ujar Adhi saat dihubungi detikcom, Jumat (31/1/2020).

Namun, setelah persetujuan impor ini diberikan. Masih belum jelas kapan pasokan impor gula itu dilakukan. Mengingat sebelumnya kata Adhi pasokan gula biasa yang ada sekarang hanya mencukupi hingga dua minggu ke depan.

"Impornya sendiri saya tidak tau ya, karena yang impor kan perusahaan rafinasi, mungkin bisa ditanyakan di AGRI nanti. Perkiraan saya satu bulan," ungkapnya.

Adhi menilai kebutuhan gula industri untuk makanan dan minuman saat ini dibutuhkan sekitar 3,2 juta ton per tahun. Sementara, produksi lokal hanya berkisar di angka 2 juta per tahun.

"Produksi lokal itu untuk gula konsumsi, gula konsumsi sendiri kebutuhan sekitar 2,7 juta yang 3,2 juta itu gula industri," terangnya.

"Saya kira ini sudah dikejar ya, jadi mungkin nggak sampai terlambat. Terus saya yakin dari rafinasi sudah persiapan, kapal tinggal berangkat aja, atau mungkin mereka kapalnya sudah dekat atau nggak saya tidak tau. Tapi dengan keluarnya izin ini tentunya gula rafinasi ini sudah di antisipasi untuk kesempatan dikirim," jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Adhi mengaku khawatir stok gula makin menipis menjelang bulan puasa. Bahkan, sisa stok gula biasa yang ada hanya dapat mencukupi hingga dua minggu ke depan. Apabila tidak ada suplai gula, industri mamin akan terdampak dan berhenti produksi.

"Industri makanan dan minuman mendapat info dari AGRI (Asosiasi Gula Rafinasi) bahwa sebagian sudah stop supply (berhenti memasok gula). Sekarang ini persiapan menjelang Ramadhan. Dikhawatirkan pengaruh kepada ketersediaan," pungkas Adhi lewat keterangan tertulis, Kamis (30/1/2020).



Simak Video "Blak-blakan Menaker: Menjawab Kontroversi RUU Cipta Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com