Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Feb 2020 17:02 WIB

Ada Holding BUMN Farmasi, Harga Obat Jadi Murah?

Hendra Kusuma, Hendra Kusuma - detikFinance
ilustrasi obat Ilustrasi/Foto: thinkstock
Jakarta -

Pembentukan holding BUMN sektor farmasi diyakini mampu menekan harga obat. Holding ini terbentuk pada 31 Januari 2020, di mana PT Bio Farma sebagai induk holding membawahi PT Kimia Farma Tbk dan PT Indonesia Farma (Indofarma) Tbk.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pembentukan holding BUMN farmasi ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, juga meningkatkan ketersediaan produk dengan menciptakan inovasi bersama dalam penyediaan produk farmasi yang mendukung ekosistem ke depannya.

"Harga murah memang amanah, karena holding dibentuk memang untuk harga obat agar murah karena ada sinergi dari ujung ke ujung dari produsen ke konsumen," kata Honesti saat acara press conference Holding BUMN Farmasi di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Salah satu upaya holding BUMN farmasi menurunkan harga obat adalah dengan menekan volume bahan baku impor. Tercatat hingga saat ini 90% bahan baku obat didatangkan dengan impor. Dengan holding ini akan ditekan menjadi 75%.

"Dengan holding kita akan meningkatkan kapasitasnya, dari sisi produk juga akan mendukung keterjangkauan dengan meluncurkan produk baru, lalu efisiensi dengan meningkatkan skala bisnis BUMN farmasi, jadi keberadaan holding ini strategis dukung program pemerintah. Membuat sinergi degan sektor kesehatan nasional," jelasnya.

Dengan dibentuknya holding, BUMN juga ingin menjadi nomor satu pemain farmasi di Indonesia. Adapun pangsa pasar holding ini ditargetkan menjadi 7,5% sampai 10%. Holding sendiri memiliki capex atau belanja modal sekitar Rp 3 triliun dan total aset mencapai Rp 30,6 triliun.

Dapat diketahui, penetapan Bio Farma sebagai holding BUMN farmasi ditandai pasca keluarnya surat persetujuan dari Menteri BUMN mengenai pengalihan seluruh saham seri B milik negara pada Kimia Farma maupun Indofarma ke Bio Farma pada 31 Januari 2020.

"Kita lakukan kolaborasi, sehingga kami yakin terjadi masyarakat dapat obat murah. Melalui R&D menjadi strategi utama, angka R&D di farmasi ini tidak besar, 3-5% dari sales kita akan kita arahkan ke R&D," ungkap dia.

Ada Holding BUMN Farmasi, Harga Obat Jadi Murah?


Simak Video "Tipe Pebisnis di Masa Pandemi Corona Versi Ganjar Pranowo"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com