Ini 6 Produk Unggulan RI, dari Drone hingga Stem Cell

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 06 Feb 2020 20:01 WIB
Peralatan perang atau alusista karya anak Indonesia mejeng di pameran produk alutsista produksi dalam negeri, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (23/01/2020). Pameran produk alutsista tersebut merupakan serangkaian dari agenda Rapim Kemhan Tahun 2020.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengumpulkan para menteri untuk membahas produk-produk teknologi unggulan RI. Produk tersebut akan menjadi fokus utama pengembangan.

Dalam ratas Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengajukan 6 produk unggulan yang akan dikembangkan. Pertama pengembangan pesawat tanpa awak alias drone untuk keperluan militer yang bernama Elang Hitam.

"Rencananya drone yang untuk keperluan kombatan atau militer ini dimulai produksi masal pada 2024. Itu rencana awal. Tapi melihat kebutuhan di dalam negeri, dan kesiapan baik desian maupun manufakturnya. Presiden arahkan agar bisa dipercepat jadi 2022," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Drone ini didesain oleh BPPT, Lapan dan Balitbang Kemenhan. Sementara untuk produksinya akan digarap oleh 2 BUMN, yakni PT DI untuk manufakturnya, dan LEN untuk keperluan senjata, sistem sensor maupun radar. Drone ini nantinya akan diserap oleh TNI dan masuk dalam bagian alutsista.

Kedua pengembangan produk bahan bakar nabati alias green fuel. Produk ini berbeda dengan program biodiesel B20, sebab menggunakan bahan baku inti sawit atau katalis. Pemerintah menyebutnya katalis merah putih. Dari produk ini bisa dikembangkan menjadi BBM, bahan bakar diesel dan avtur.

"Itu ditemukan tim yang dipimpin Profesor Subagyo dari ITB. Bisa mengubah minyak inti sawit, bukan BPI ya. Sama-sama dari sawit tapi dari bagian yang berbeda," tuturnya.

Ketiga produk stem cell untuk pengobatan tulang. Menurutnya produk ini sudah terbukti menyembuhkan cidera hingga patah tulang.

"Ada anak cidera parah kakinya, dua tahun kemudian sudah bisa main bola. Ini 10 bulan setelah kejadian bisa berdiri tegak san beraktivitas seperti biasa. Kemudian stem cell anti aging yang dioleskan kepada kulit. Jadi yang tidak ingin tua bisa dicoba. Ini dihasilkan oleh Universitas Airlangga dan suda dikomersialkan anak usaha Kimia Farma," terang Bambang.

Keempat, produk garam industri terintegrasi. BPPT akan mendesain mesim produksi yang bisa mengubah garam rakyat menjadi garam industri.

"Sudah ada pabrik pilot di Gresik dan presiden menugaskan agar pabrik ini diperbanyak di daerah lain terutama yang banya petani garamnya. Sehingga nasib mereka jadi lebih baik," ucap Bambang.

Kelima, produk makanan kaleng. Pihaknya ingin lebih banyak lagi produk makanan Indonesia yang dikemas dalam bentuk kaleng. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) disebutnya sudah mengembangkan teknologi tanpa kimia yang mampu mengemas makanan tradisional ke dalam kaleng.

Keenam, produk kapal datar untuk nelayan. Kapal ini berbeda dengan kapal nelayan pada umumnya yang bagian bawahnya melengkung.

"Ini disarankan presiden untuk bisa digunakan sebagai kapal nelayan. Karena size-nya lebih besar dan harganya lebih murah 30% dan dibuat lebih cepat. Hanya 60 hari. Fiber glass 100 hari. Sudah diuji hadapi gelombang tinggi jadi bisa dipakai untuk keperluan transport antar pulau juga," tutupnya.

Ini 6 Produk Unggulan RI, dari Drone hingga Stem Cell


Simak Video "Mengasah Kemampuan Menerbangkan Drone, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)