Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Feb 2020 14:14 WIB

Nikel hingga Sawit RI Diblokir, Persahabatan Uni Eropa Dipertanyakan

Trio Hamdani - detikFinance
Mengunjungi perkebunan milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Kalimantan Tengah. PT SSMS memiliki luas lahan sekitar 100 ribu hektar. Reno/detikcom. Ilustrasi Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mempertanyakan persahabatan Uni Eropa terhadap Indonesia. Hal itu menyikapi Uni Eropa yang melaporkan Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) karena menyetop ekspor nikel.

Di sisi lain Uni Eropa juga menolak produk sawit Indonesia. Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Bahlil di hadapan Duta Besar Uni Eropa untuk RI dan Brunei Darussalam, Vincent Piket.

"Teman-teman Eropa juga harus saya sampaikan, bahwa memang kita sekarang lagi suasana kebatinan Indonesia juga agak sedikit dinamis dengan kita lagi di-WTO-kan tentang nikel tapi Eropa juga mem-banned kita punya sawit," kata Bahlil dalam kegiatan Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurutnya, urusan bisnis kedua negara selayaknya saling menguntungkan masing-masing pihak.

"Jadi saya pikir bisnis ini harus dua-duanya enak gitu. Jadi sahabat yang baik adalah sahabat yang saling mengerti antara dua kepentingan," ujarnya.


Menurut dia, jika hubungan kedua negara hanya mengedepankan kepentingan salah satu pihak ibaratnya bukan sahabat baik.

"Kalau cuma satu kepentingan saya pikir itu bukan sahabat yang baik. Tapi saya yakin teman-teman di dalam ruangan ini adalah sahabat yang baik untuk kita bangun ke depan yang lebih baik," tambahnya.



Simak Video "Manisnya Gula dari Kelapa Sawit, Batubara"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com