Petani Ngeluh ke Bulog: Gula Kita Nggak Diambil Tapi Mau Impor

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2020 12:06 WIB
Indonesia berencana melakukan impor gula sebanyak 381.000 ton.
Foto: Mindra Purnomo
Jakarta -

Perum Bulog mengusulkan pemerintah untuk segera mengimpor gula kristal putih (GKP) atau gula pasir konsumsi. Alasannya lantaran harga yang terus melonjak. Hal itu dikeluhkan kalangan petani.

Petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berpandangan, usulan itu datang di saat yang tak tepat. Apa lagi, pemerintah telah menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) untuk 438.802 ton gula kristal mentah (raw sugar) di luar usulan Bulog.

Bila masih ditambah dengan usulan impor dari Bulog, ia khawatir pasokan gula di dalam negeri akan berlebih alias over supply.

"Bulog ada rencana impor 200 ribu ton, terus baru dengar juga lembaga ketahanan pangan mau minta impor gula 130 ribu ton. Sebetulnya semua harus terkendali. Impor yang pertama, izin impor 438 ribu ton itu sebetulnya sudah lebih lah," kata Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen saat berbincang dengan detikcom, Kamis (5/3/2020).

Pangkal keberatan para petani adalah karena Bulog tak menyerap gula petani namun malah mengusulkan impor.

"Permintaan Bulog dan lembaga ketahan pangan itu berlebihlebihan, apalagi mereka saat kita panen juga nggak ambil gula kita. Kalau alasan Bulog untuk buferstock kenapa kemarin nggak beli gula petani saat harga gula jatuh?" keluhnya.



Simak Video "Bos PS Store Didakwa Menimbun dan Menjual Barang Impor Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)