Louis Vuitton dan Produsen Parfum Mewah Mulai Produksi Hand Sanitizer

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 16 Mar 2020 13:18 WIB
TOKYO, JAPAN - NOVEMBER 30: Diplo attends the photocall at the Dior Pre Fall 2019 Mens Collection on November 30, 2018 in Tokyo, Japan. (Photo by Getty Images/Getty Images for Dior)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Jumlah penderita corona di Prancis hampir menembus angka 4.500 pasien, dengan 91 korban meninggal dunia. Para perusahaan barang mewah di Prancis mulai memproduksi hand sanitizer dan mengesampingkan produksi parfum mewahnya.

LVMH, induk usaha perusahaan barang mewah seperti Christian Dior, Guerlain, dan Givenchy, sepakat membantu pemerintah untuk memberantas virus corona. Caranya dengan memproduksi hand sanitizer dan membagikan secara gratis.

LVMH akan mengoptimalkan semua pabrik parfum dan kosmetik untuk memproduksi hand sanitizer dalam jumlah besar mulai Senin ini.

Cairan pembersih tangan ini akan dikirim ke Pemerintah Prancis dan Assistance Publique-Hospitaux de Paris yang punya jaringan ke 39 rumah sakit dengan 8 juta pasien ditangani tiap tahun.


"Melalui inisiatif ini, LVMH berniat mengurangi risiko penyebaran corona dengan membantu banyak orang melindungi dirinya sendiri dari virus tersebut," kata LVMH dalam keterangan tertulis yang dikutip CNN, Senin (16/3/2020).

Beberapa negara saat ini memang sedang kekurangan hand sanitizer, termasuk Prancis. Di New York, Gubernur Andrew Cuomo berniat mengkaryakan para narapidana setempat untuk memproduksi hand sanitizer.

Menurut The US Centers for Disease Control and Prevention mencuci tangan dengan sabun masih menjadi cara paling efektif untuk menangkal penyebaran virus corona. Namun hand sanitizer juga masih bisa jadi alternatif untuk itu.



Simak Video "Bikin Baju dari Tas Louis Vuitton dan Gucci, Wanita Filipina Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/fdl)