Cari Gas US$ 3, Pemerintah Buka Opsi Impor

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2020 20:31 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut harga gas industri di Indonesia masih mahal. Harga gas industri rata-rata US$ 9/MMBTU bahkan lebih.

Untuk itu, Luhut mengatakan pemerintah akan membuka opsi keran impor gas demi menekan mahalnya harga gas industri dalam negeri. Kalau bisa, harga gas hanya mencapai US$ 3/MMBTU.

"Memang betul gas kita ini paling mahal. Gimana kita mau kompetitif, harga gas kita itu sampai kepada US$ 9/MMBTU waktu itu atau malah lebih. Malah kita membuka peluang nanti ke depan misalnya Indonesia Barat kalau ada harga gas yang US$ 3/MMBTU ya kita impor saja US$ 3/MMBTU itu," kata Luhut dalam telekonferensi di akun Youtube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dikutip detikcom, Rabu (18/3/2020).

Dengan begitu, Luhut bilang, gas yang diproduksi di sebelah timur khusus untuk di Indonesia Timur saja sehingga biaya bisa lebih murah.

"Jadi nanti gas yang produksi di sebelah timur untuk di Indonesia Timur saja, sehingga cost-nya juga bisa diturunkan," sebutnya.

"Kita harus lebih fleksibel dalam hal ini supaya kita bisa mengatur aset kita dan bagaimana kita cerdik untuk mengelola sehingga nilai tambah itu bisa dinikmati oleh rakyat kita," tambahnya.



Simak Video "Covid-19 di Bali Meningkat, Luhut Batasi Kunjungan Turis"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)