Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Mar 2020 05:53 WIB

Ini Biang Kerok Gula Seret di Toko Ritel

Anisa Indraini - detikFinance
Harga Gula di Surabaya Naik Foto: Esti Widiyana

Harga Gula di Toko Online Tembus Rp 22.000/Kg

Kenaikan harga gula juga terjadi di toko-toko online, seperti di platform e-commerce. Menurut hasil analisis Telunjuk.com, sejak awal Maret 2020, harga gula di 4 platform e-commerce ternama di Indonesia sudah naik 76%.

Kenaikan tersebut puncaknya pada hari Minggu (15/3) lalu, di mana harga gula di toko online mencapai Rp 22.000 per kilogram (kg). Atau naik Rp 9.500 dari harga acuan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020 yaitu Rp 12.500/kg. Hasil analisis tersebut diperoleh dari 5.610 transaksi atas gula 1 kg bermerek.

Namun, kenaikan harga ini juga diiringi oleh penjualan gula hingga 2.000% pada hari Senin (16/3) lalu. Kemudian, estimasi transaksi sejak 1-16 Maret 2020 mencapai 1.991 transaksi.

Untuk memenuhi stok gula, pemerintah menambahkan kuota impor 550.000 ton gula. Kuota tersebut akan menambahkan volume impor yang sudah ditetapkan sebelumnya yakni 438.802 ton. Sehingga, total gula impor yang akan masuk Indonesia mencapai 988.802 ton.


"Gula kita akan tambahkan 550.000 ton dan sudah akan masuk sebagian akhir bulan sekitar 216.000 ton. Kondisi sekarang di distributor 159.000 ton," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Selain itu, pada teleconference Rabu (18/3/2020), Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana menjabarkan, untuk importasi gula kristal mentah (raw sugar) akan masuk Indonesia sebanyak 268.000 ton hingga akhir Maret 2020. Raw sugar tersebut perlu diolah menjadi Gula Kristal Putih (GKP) selama beberapa hari sebelum masuk ke pasar pada awal April 2020.

"Jadi akan menjadi gula di awal April nanti," ujar Wisnu.

Pemerintah juga membatasi pembelian gula di toko ritel modern untuk mencegah aksi spekulan, yakni memborong gula untuk dijual kembali dengan harga yang sangat tinggi. Pembatasan itu ditetapkan dalam Surat Nomor:B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tentang pengawasan ketersediaan Bapokting, masyarakat yang berbelanja di toko ritel modern hanya diperbolehkan membeli beras maksimal 10 kilogram (kg), gula maksimal 2 kg, minyak goreng maksimal 4 liter, dan mie instan maksimal 2 dus.

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video "Takut Gendut? Ini Tips Minum Boba Rendah Gula"
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com