Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Mar 2020 15:13 WIB

250.000 Ton Gula Rafinasi Dialihkan untuk Konsumsi

Vadhia Lidyana - detikFinance
gula Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Demi menutupi kelangkaan stok gula dalam negeri, pemerintah akan mengalihkan 250.000 ton gula rafinasi yang biasa digunakan untuk industri makanan dan minuman, menjadi gula konsumsi. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menjelaskan saat ini pemerintah sedang mempercepat izin edaran gula rafinasi tersebut melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

"Kemudian pengalihan dari rafinasi ke gula konsumsi 250.000 ton. Ini akan dipercepat izin edarnya dari BPOM, kita minta BPOM mempercepat izin edarnya," terang Agung kepada detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (24/3/2020).

Ia menargetkan, dalam pekan ini izin edar tersebut bisa terbit, sehingga pemerintah bisa langsung menggelontorkan gula tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


"Mudah-mudahan dalam minggu ini dipercepat izin edarnya," ujar Agung.

Secara keseluruhan, pemerintah akan mengguyur 420.000 ton gula konsumsi ke seluruh Indonesia. Pasokan tersebut selain dari gula rafinasi yang menjadi gula konsumsi, juga berasal dari Kota Dumai sebanyak 20.0000 ton, dan importasi oleh BUMN sebanyak 150.000 ton.

"Untuk nasional, pemerintah melalui Menteri Perdagangan (Mendag), kita sudah mengambil kebijakan dari rakortas untuk penyediaan gula dari Dumai 20.000 ton. Kemudian impor oleh BUMN dalam hal ini adalah Perum Bulog, PT Berdikari, dan PPI itu 150.000 ton," tutur Agung.



Simak Video "Jokowi Curiga Ada Permainan Harga Bawang Merah dan Gula Pasir!"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com