Pabrik iPhone di China Dibuka Kembali

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 12:14 WIB
SHENZHEN, CHINA - SEPTEMBER 20: (CHINA OUT) Workers stricken by food poisoning receive treatment at the Peoples Hospital of Longhua on September 20, 2006 in Shenzhen of Guangdong Province, China. In stable condition now about one hundred and eighty workers from Shenzhen Foxconn Group were hospitalized after contracting food poisoning at Foxconn?s factory. Local sanitation and epidemic prevention and disease control departments have taken sample foods for testing. (Photo by China Photos/Getty Images)
Foto: Getty Images
Hong Kong -

Pabrik iPhone di China, Foxconn akan kembali beroperasi. Pabrik yang juga memproduksi Microsoft, Dell dan Sony telah tutup sejak Januari lalu guna mencegah penularan virus Corona.

Foxconn mengatakan akibat penutupan, perusahaan mengalami penurunan sebesar 72% dari tahun lalu. Hal tesebut disebabkan 75% kapasitas produk sebagian besar berada di China. Laba pada kuartal I tercatat hanya 4,5 miliar dolar Taiwan setara Rp 2 triliun (kurs Rp 480/ dolar Taiwan)

Komisaris Foxconn Liu Young-Way mengatakan bahwa kebijakan lockdown di seluruh dunia dan meningkatnya pengangguran telah mempengaruhi permintaan konsumen secara signifikan. Kini, divisi smartphone dan produk lainnya akan menghadapi kuartal kedua yang sulit.


Melansir dari CNN, Senin (18/5/2020), awal pekan ini, Sony mengatakan pandemi telah merusak bisnisnya pada kuartal Januari hingga Maret. Laba bersih turun 86% menjadi US$ 118 juta setara 1,7 triliun (kurs 14.860/ US dolar) dan pendapatan turun 18%.

Sementara Apple masih bertahan relatif stabil sejauh ini. Perusahaan melaporkan bulan lalu pendapatan naik pada kuartal I dibandingkan tahun lalu. Namun, itu masih jauh dari prediksi pendapatan yang diperkirakan perusahaan sebelum pandemi Corona.



Simak Video "Tertunda, iPhone 12 Belum Akan Dijual September 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)