RI Gencar Kembangkan Obat Tangkal Corona, Pengawasannya?

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 14:32 WIB
Corona virus: vial with pipette in laboratory
Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford
Jakarta -

Kalangan DPR mengapresiasi langkah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mendukung ketersediaan obat dalam kondisi pandemi COVID-19.

BPOM melakukan penyederhanaan proses registrasi obat-obatan, produk biologi (PB), serta penerbitan izin edar makanan dan obat-obat herbal.

Percepatan pemberian izin edar dilakukan berdasarkan skema Emergency Use Authorization (EUA), mempertimbangkan risk and benefit, serta dilakukan peninjauan kembali jika ditemukan data baru. Selain itu, BPOM juga untuk pertama kali melakukan uji klinis terhadap obat-obat COVID-19, baik yang diproduksi di dalam maupun luar negeri, seperti Avigan.

"DPR mendukung peran aktif BPOM disaat pandemi COVID-19. Kami berharap BPOM mengawal seluruh obat-obatan, makanan, dan minuman sehingga tidak ada yang mengandung bahan berbahaya. Pengawasan harus dilakukan terus-menerus agar tidak ada yang bermasalah," kata Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, pada Senin (18/5/2020).


Saleh mengatakan, DPR juga telah meminta kepada pemerintah untuk melakukan penelitian terhadap obat-obat dan vaksin yang dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat penularan pandemi COVID-19.

"Kita memaksimalkan upaya itu, Balitbankes melibatkan perguruan tinggi di Indonesia untuk menemukan vaksin dan obat yang sangat diperlukan. Apalagi rakyat kita jumlahnya banyak," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2