Catat Rugi, Nissan Pangkas 20% Kapasitas Produksi

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 09:53 WIB
Modifikasi Nissan Skyline Juara International Automodified di Malaysia
Foto: Ridwan Arifin
Hong Kong -

Nissan berniat memangkas 20% kapasitas produksi dan menutup pabrik di Spanyol sebagai bagian dari reviltalisasi setelah mencatat kerugian pertamanya dalam 10 tahun terakhir.

Perbaikan akan memungkinkan untuk mengurangi biaya 300 miliar yen ($ 2,8 miliar). Perusahaan akan memangkas jumlah model yang diproduksi dari 69 menjadi kurang dari 55 dan menutup pabrik kendaraannya di Barcelona.

Perusahaan membukukan kerugian operasi sebesar 40,5 miliar yen ($ 376 juta) untuk tahun fiskal yang berakhir Maret lalu. Itu adalah kinerja terburuk perusahaan sejak 2009. Sementara tahun lalu perusahaan asal Jepang itu masih mencatat laba operasi 318 miliar yen ($ 2,9 miliar).

Melansir dari CNN, Jumat (29/5/2020), CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan di tengah ketidakpastian pandemi Corona, sulit untuk memperkirakan secara wajar prospek kerja untuk 2020 saat ini.

Sementara, Kementerian Perindustrian Spanyol menyesali keputusan Nissan untuk menutup pabriknya di Barcelona. Pemerintah Spanyol akan mencoba membujuk perusahaan untuk tetap membuka pabrik tersebut.

Nissan mengatakan pabrik mobilnya di Thailand akan menjadi basis produksi tunggal di Asia Tenggara, setelah perusahaan menutup pabriknya di Indonesia awal tahun ini.


Nissan, yang sudah menderita kemerosotan penjualan sebelum pandemi melanda telah berencana akan memangkas sekitar 12.500 tenaga kerja globalnya. Namun, hal ini dibantah oleh pihak Nissan yang mengatakan masih perlu konsultasi dengan serikat pekerja dan pelaku kepentingan lainnya.

Chief Operating Officer Nissan Ashwani Gupta, mengatakan basis produksi Nissan terbesar saat ini di Eropa, Amerika Serikat, Cina dan Jepang.

Strategi baru perusahaan mendorong saham Nissan, yang naik lebih dari 8% di Tokyo. Namun, secara keseluruhan saham Nissan turun 29% tahun ini.

Pengumuman pemangkasan ini datang setelah Nissan (NSANF), Renault (RNLSY) dan Mitsubishi (MBFJF) mengatakan akan memperdalam aliansi mereka. Perusahaan akan membuat lebih sedikit model, fasilitas produksi dan fokus pada kekuatan geografis dan teknologi yang ada dari masing-masing produsen mobil.



Simak Video "Nissan Launching SUV Kicks e-Power, Bukti Belum Mati di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)