Dorong Pembelian Mobil Listrik, Jerman Guyur Stimulus Rp 35 T

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2020 09:50 WIB
Apakah Kepergian Angela Merkel Akan Berpengaruh Pada Uni Eropa?
Angela Merkel/Foto: DW (News)
Jakarta -

Jerman menggelontorkan miliaran euro untuk memberikan subsidi mobil listrik. Hal ini dinilai dapat membantu produsen mobil seperti Volkswagen untuk menjual kendaraan yang ramah lingkungan.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan pembeli mobil listrik akan menikmati pengurangan sementara pajak menjadi 16% dari 19%. Insentif tersebut merupakan bagian dari paket besar US$ 145 miliar atau setara dengan Rp 2.030 triliun (kurs Rp 14.000) yang baru disetujui pemerintah Jerman.

Cara ini dirancang untuk membantu ekonomi Eropa pulih dari dampak pandemi virus Corona. Subsidi untuk mobil listrik diperkirakan menelan biaya US$ 2,5 miliar atau setara Rp 35 triliun. Sementara pembuat mobil dan pemasok akan menerima US$ 2,2 miliar atau setara Rp 30,8 triliun untuk membantu penelitian dan pengembangan.

Ketika ditanya tentang insentif, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz mengatakan ini adalah bagian dari upaya untuk memperbaiki iklim.

"Ini tentang energi terbarukan. Ini tentang semua kegiatan iklim yang diperlukan untuk mencapai ekonomi netral (karbon) pada tahun 2050. Kita harus mulai sekarang," katanya dilansir CNN, Jumat (5/6/2020).

Paket stimulus keseluruhan berjumlah 4% dari output ekonomi tahunan negara itu. Ketika dikombinasikan dengan pengeluaran yang diumumkan sebelumnya dan keringanan pajak, jumlah total stimulus darurat di Jerman mencapai 14% dari produk domestik bruto (PDB).

Insentif tersebut dapat memicu para produsen mobil Jerman termasuk Volkswagen untuk memproduksi dan menjual mobil listrik lebih banyak. Volkswagen, yang juga memiliki Audi, Porsche, SEAT dan Skoda, berencana untuk menghabiskan US$ 37 miliar atau setara Rp 518 triliun untuk pengembangan mobil listrik pada tahun 2024.

Berlanjut di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2