Jurus Industri Baja Hadapi Pandemi dan New Normal

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 07 Jun 2020 13:30 WIB
Pekerja menyelsaikan pembuatan stainless steel strip di Pabrik milik PT. Bina Niaga Multiusaha, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (25/08/2016). PT. Bina Niaga Multiusaha (BNM) merupakan satu-satunya produsen stainless steel strip di Indonesia dalam bentuk coil khususnya untuk material yang sangat tipis dibawah 0.2 mm sampai dengan paling tipis 0.06 mm) dan sesuai dengan standard JIS (Japanese Industrial Standard) serta Standard Pengujian Material dari Amerika yaitu ASTM. Grandyos Zafna/detikcom.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Penerapan kebijakan new normal di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) mendapat tanggapan positif dari kalangan bisnis. Kebijakan new normal diyakini dapat mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia, salah satunya di industri baja.

Produsen baja ringan PT Alsun Suksesindo optimistis, penerapan new normal akan membuat bisnis baja ringan rebound dalam kurun waktu 6 bulan ke depan.

"Sejujurnya saya yakin dan percaya semua pihak termasuk Bapak Presiden Joko Widodo menginginkan kita dapat recover dan rebound secepat cepatnya. Namun saya rasa proses ini masih akan berjalan 6 bulan ke depan," ujar Direktur Marketing Alsun Suksesindo, Nicolas Kesuma di Jakarta, (7/6/2020).

Ia menjelaskan, perusahaan memiliki beberapa divisi produk seperti atap metal segmen industry, floordeck segmen commercial, baja ringan segmen residential, guard rail segmen infrastruktur dan sandwich panel segmen medical.

Diakuinya, selama pandemi COVID-19, segmen industrial, commercial, residential dan infra mengalami penurunan. Karena faktor daya beli masyarakat yang sangat menurun."Secara otomatis pihak owner/developer menunda kegiatan expansi," jelasnya.

Namun di segmen medical Alsun Suksesindo tumbuh sangat pesat karena mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk ikut berpartisipasi dalam beberapa proyek bangunan isolasi maupun observasi dalam rangka penanganan COVID-19.

"Kami dipercaya pemerintah berpartisipasi dalam pembangunan Rs. Pulau Galang di Batam, Rs. UGM di Yogya dan yang sedang on going adalah Rs. Adam Malik di Medan," paparnya.

Nicolas menuturkan, New normal adalah improvisasi dari old normal dimana prioritas utama adalah perhatian kebersihan dan kesehatan.


Perusahaan, lanjut Nicolas, telah melakukan prosedur new normal sejak awal pandemi ini melanda dunia dengan memberikan perhatian khusus kepada kebersihan, pemberian nutrisi, serta menghimbau untuk terus menerus untuk menjaga kesehatan masing masing.

"Harapan saya kepada pemerintah daerah dan pusat agar lekas memberikan kepastian terkait pemulihan Ekonomi dengan aktifnya kembali seluruh tatanan ekonomi dengan penerapan protokol kesehatan yang benar," ujarnya.



Simak Video "Bagaimana Penerapan Skema New Normal di KRL?"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/dna)