Penjualan Sepeda Laris Manis, Kapasitas Produksi Dinaikkan 30%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 20 Jun 2020 16:00 WIB
Para pesepeda baik perorangan maupun rombongan melintasi jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Sabtu (13/6/2020). Penggunaan sepeda untuk berolahraga dilaporkan meningkat saat new normal. Kecenderungan tersebut diperoleh dari naiknya penjualan sepeda di sejumlah kota pada beberapa pekan terakhir.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Penjualan sepeda mendadak laris manis di periode new normal ini. Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) Rudiyono mengatakan melonjaknya permintaan sepeda membuat para produsen meningkatkan kapasitas produksi hingga 30%.

"Kita sudah ngobrol sama anggota, kenaikan produksi 20-30%. Penjualan juga sekitar itu," kata Rudiyono kepada detikcom, Sabtu (20/6/2020).

Sebanyak 12 produsen sepeda dalam negeri yang tergabung dengan AIPI, di antaranya sepeda Polygon, United, dan Thrill kini sibuk memenuhi permintaan pasar. Meski begitu, menurut Rudiyono lonjakan permintaan ini hanya sementara.

"Ya pasti naik aktivitasnya, produksi juga naik, tapi kenaikan ini kan euphoria saja. Jadi nggak bisa diprediksi sampai kapan, kemungkinan hanya sesaat saja," terang Rudiyono.

Adapun penyebab dari melonjaknya permintaan sepeda ini menurutnya karena masyarakat mulai sadar untuk hidup sehat di tengah pandemi.

"Ini disebabkan karena kesadaran masyarakat untuk meningkat hidup sehat. Sepeda itu kan digunakan untuk perilaku hidup sehat. Jadi kalau orang bersepeda itu kan konotasinya karena perlu kesehatan," jelas dia.

Selain itu, terhentinya layanan angkut penumpang ojek online (ojol) di beberapa daerah untuk sementara waktu juga dinilai menjadi faktor kenapa tren mengendarai sepeda meningkat.

"Jadi nggak ada ojol, ya sekalian saja untuk hidup sehat. Sangat mungkin itu. Jadi hikmah daripada nggak ada ojol itu mungkin jadi ke sepeda," pungkasnya.



Simak Video "Bersepeda Wajib Gunakan Masker tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)