Jokowi Tinjau Kawasan Industri Batang untuk Tampung Perusahaan dari China

Danang Sugianto, Robby Bernardi - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2020 12:52 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi pasar pelayanan publik di Banyuwangi, Jatim. Ia tampak mengenakan face shield hingga masker saat blusukan di Banyuwangi.
Foto: Istimewa/Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Batang -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini meninjau Kawasan Industri Terpadu di Batang. Kegiatan ini dilakukan di tengah kunjungannya ke Jawa Tengah.

"Kenapa kita buka kawasan industri di Batang ini, 1 saja jawabannya, kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, cipta lapangan kerja, itu kita tuju ke situ itu," ujarnya seperti disiarkan lewat akun YouTube Setpres, Selasa (30/6/2020).

Kawasan Industri Terpadu Batang ini memiliki total lahan seluas 4.000 hektare (ha). Untuk tahap awal akan dibuka seluas 450 ha.

"Langsung, misalnya ada yang mau pindah, tadi LG mau pindah besok sudah silahkan langsung masuk, sudah nggak usah ngurus apa-apa. Yang ngurus semuanya di kepala BKPM tentu saja dibantu nanti oleh gubernur, bupati yang ada di sini," tambahnya.

Jokowi meminta kepada para menterinya dan Kepala BKPM untuk mempersiapkan Kawasan Industri Terpadu Batang untuk menjadi tempat menampung perusahaan-perusahaan yang hendak keluar dari China. Dia ingin mereka diberikan kemudahan saat memindahkan pabriknya ke Indonesia.

"Tadi sudah saya perintahkan kepada Menteri kepala BKPM, untuk industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok, China ke Indonesia. Baik itu dari Jepang, dari Korea, dari Taiwan, dari Amerika atau dari negara manapun berikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Kalau ngurus izinnya sulit, saya tadi saya perintahkan langsung pada kepala BKPM urus dari a sampai z, selesaikan sehingga investor merasa dilayani, ini penting sekali," ujarnya.

Jokowi juga mempersilahkan para perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia namun belum memiliki lahan bisa memanfaatkan kawasan tersebut. Dia janji seluruh perizinan akan dipermudah.



Simak Video "Jokowi Senang Ada 7 Investor Masuk ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)