Asosiasi Minta Dilibatkan Bahas Kebijakan Rokok Elektrik

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 13 Jul 2020 13:15 WIB
Rokok elektronik menggunakan baterai bekerja dengan cara memanaskan cairan di dalam tabung atau vaping.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, merupakan solusi bagi perokok dewasa yang masih ingin mengonsumsi nikotin dengan risiko yang lebih rendah daripada rokok.

Berdasarkan hasil studi yang didukung oleh National Institute for Health Research and Cancer Research UK membuktikan bahwa rokok elektrik dapat menjadi terapi untuk berhenti merokok yang paling efektif dibandingkan produk nikotin lainnya.

Mantan Manager Stop Smoking Service (2004-2018) di Leicester City, Inggris, Louise Ross, yang menjadi salah satu pembicara di Global Forum on Nicotine (GFN) ke-7 yang diselenggarakan baru-baru ini, mengatakan bahwa tim top Smoking Service memiliki sejumlah metode yang telah dicoba dan diuji untuk membantu perokok berhenti merokok. Pihaknya memberikan kebebasan kepada para perokok untuk memilih sendiri metode apa yang ingin digunakan.

"Namun, selama bertahun-tahun, baru kali ini saya melihat ada produk yang menjanjikan dan membawa keberhasilan nyata untuk membantu perokok dapat berhenti dari kebiasaannya, yakni rokok elektrik," terangnya.

Louise menambahkan, sayangnya terdapat banyak pihak yang berupaya menyangkal kehadiran produk tembakau alternatif. Hal ini dikarenakan banyak informasi simpang siur di masyarakat yang menganggap bahwa produk tersebut memiliki bahaya yang sama atau bahkan lebih berbahaya daripada rokok.

Meski informasi tersebut keliru, anggapan tersebut menjadi hambatan dan membuat para perokok menjadi ragu untuk beralih ke produk tembakau alternatif.

Buka halaman selanjutnya>>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2