Strategi BUMN Antisipasi Kelangkaan Pupuk

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 19 Jul 2020 18:42 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) kembali melakukan ekspor produk pupuk urea dan amonia ke luar negeri. Keuntungannya pun mencapai Rp 111 miliar.
Foto: Danang Sugianto

Sejauh ini, total kios resmi Pupuk Kaltim di Sulawesi Selatan sebanyak 1.078 kios.

"Untuk setiap kios, kami siapkan pupuk non subsidi minimal 500 Kg dan itu merupakan stok minimum," terang Rangga.

Dengan adanya ketentuan stok minimum 500 kg, kebutuhan petani terhadap pupuk Urea non subsidi bisa tercukupi. Dari sisi kemasanpun bervariatif, mulai dari kemasan kantong 50 Kg, 20 Kg, hingga 5 Kg.

Selain itu, dari segi mutu tidak perlu diragukan lagi, karena pupuk Urea Daun Buah non subsidi ini memiliki standar internasional dan sudah bersertifikat SNI Grand Platinum.

"Sudah biasa kami ekspor ke negara-negara di Eropa, bahkan Amerika," kata Rangga.

Pola pemberian subsidi pupuk di negara luar sedikit berbeda jika dibandingkan di Indonesia, dimana di Indonesia petani masih banyak yang mengandalkan pupuk subsidi sebagai solusi pemupukan untuk tanaman.

Rangga juga menegaskan bahwa salah satu faktor peningkatan produktifitas tidak hanya dari penggunaan pupuk, tapi juga dari metode pengelolaan lahan dan pemilihan benih, hingga pola waktu pemberian pestisida yang tepat.

Banyaknya faktor yang mempengaruhi produktifitas tanaman menuntut agar petani benar-benar paham akan hal tersebut. Pupuk Kaltim juga mempunyai tenaga lapangan yang handal untuk setiap kabupaten di Sulawesi Selatan. Tenaga lapangan ini siap untuk memberikan arahan dan masukan terkait penggunaan pupuk yang tepat.

Selama ini, tenaga lapangan sudah sering membantu pengawasan dalam penyaluran pupuk Urea bersubsidi di Sulawesi Selatan, sehingga pengalaman mereka dalam penggunaan pupuk tidak diragukan lagi.

"Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga lapangan kami, mereka siap untuk membantu petani karena mereka memang ditugaskan untuk itu," ujar Rangga.



Simak Video "Proses Evakuasi ABK Kapal Kargo yang Terbakar di Cilacap"
[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)