Jangan Senang Dulu, Uji Klinis Vaksin Corona dari China Bisa Gagal

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 13:53 WIB
Vaksin Corona
Foto: Istimewa
Jakarta -

Induk holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) menyampaikan uji klinis tahap III vaksin COVID-19 dari China bisa saja berakhir gagal. Sebab, sebuah vaksin dinyatakan berhasil bila telah melalui tahapan pengujian terhadap sebuah subjek, yang mana itu akan memakan waktu paling lama 6 bulan.

"Ya itulah fungsi dari uji klinis itu. Jadi artinya zona-zona (gagal) itu masih mungkin. Kita menunggu dalam 6 bulan ini," ujar Head of Corporate Communication Bio Farma Iwan Setiawan dalam acara Market Review di IDX Channel, Kamis (23/7/2020).

Selain itu, hasil uji klinis tahap III ini juga harus berhasil dilakukan oleh negara lainnya yang juga menggunakan sampel virus dari China. Sebagaimana ketahui, selain Indonesia, uji klinis tahap akhir atas sampel vaksin dari China ini juga dilakukan di Brasil, Bangladesh, Turki dan Chile. Dari seluruh negara yang menerima vaksin itu hasilnya harus sama, yaitu bisa digunakan kepada setiap orang yang mengidap COVID-19. Bila tidak, maka vaksin tersebut belum bisa diproduksi massal.

"Uji terakhir ini harus dilakukan multicenter. Hasilnya harus sama. Kalau tidak lulus itu tidak bisa digunakan," sambungnya.

Akan tetapi, Iwan, meyakini kalau vaksin Corona asal pabrikan China itu akan berhasil dan bisa diproduksi di Indonesia. Mengingat beberapa percobaan vaksin yang sudah dilakukan oleh seluruh negara, hanya dari Sinovac (pabrik produsen vaksin dari China) yang sukses melewati uji klinis tahap pertama dan kedua.

"Kandidat vaksin banyak yang berguguran. Karena harus melalui pengujian. Kemudian Sinovac ini yang satu-satunya lolos di dunia di fase 1 dan2. Yang lain saya belum lihat sampai ke fase 3," imbuhnya.

Sebagai informasi, PT Bio Farma baru saja menerima pasokan vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400 sampel vaksin. Nantinya, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 relawan dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain yakni di lab Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).



Simak Video "100 Juta Dosis Vaksin Corona Potensial Sudah Dipesan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)