PTPN Mau Potong Rantai Distribusi Gula Biar Harganya Nggak Menggila

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2020 14:57 WIB
Harga Gula di Surabaya Naik
Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Harga gula konsumsi sempat naik gila-gilaan di awal tahun 2020, bahkan tembus Rp 18.000-22.000 per kilogram (Kg). Padahal, harga acuan gula di tingkat konsumen menurut Permendag nomor 7 tahun 2020 ialah Rp 12.500/kg. Untuk mencegah lonjakan harga gula terulang lagi, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memiliki program untuk memotong rantai distribusi gula.

Perlu diketahui, harga gula juga bergantung pada panjangnya rantai distribusi gula. Ketika proses distribusi terlalu panjang, dari distributor 1 (D-1), lalu ke D-2, D-3, bahkan sampai D-5, maka biaya distribusinya semakin besar dan menyebabkan harga mahal sampai di konsumen.

Adapun cara Holding PTPN III memotong rantai distribusi gula ialah mengubah volume lelang gula per partai.

"Kebijakan di lelang gula itu, ada yang berbeda adalah sekarang ini kita menurunkan partai per satuan lelang," kata Direktur Utama Holding PTPN III Muhammad Abdul Ghani dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Sebelumnya, hanya perusahaan besar yang bisa mengambil gula dari PTPN, baru menjualnya ke pedagang-pedagang kecil. Kini pedagang kecil juga bisa ikut lelang gula di PTPN karena volume per partainya sudah diperkecil.

"Sekarang itu 1.000 ton per satuan lelang. Tujuannya untuk memperbanyak pembeli. Kalau dulu kita jual 1 partai itu 10.000 ton, kalau harganya Rp 10.000/Kgdikali 10, berarti perlu mengambil 1 partai Rp 100 miliar, dan R

p 110 miliar kalau harganya Rp 11.000/Kg. Artinya hanya pemain besar yang bisa aktif di lelang. Nah sekarang kita turun kan hanya 1.000 ton, kalau dikali Rp 11.000/Kg kan hanya Rp 11 miliar. Artinya tidak pedagang besar saja. Ini juga bagian dari memotong rantai distribusi," jelas Ghani.

Saat ini, pihaknya mengubah volume lelang hanya 1.000 ton per partai. Ke depannya, PTPN berencana memperkecil lagi volume lelang menjadi 500 ton per partai. Sehingga, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bisa mengambil langsung gula di PTPN dengan harga produsen yang tentunya lebih murah dibandingkan beli dari distributor.

"Bahkan kami terpikir untuk menurunkan partai di 500 ton. Dengan demikian mungkin, kalau sekarang ada 100 lebih perusahaan mendaftar lelang, kalau kita turunkan lagi 500 ton maka bukan tidak mungkin UKM bisa ikut menjual gula. Sehingga jalur distribusinya akan mengecil," imbuh dia.


Dengan upaya tersebut, Ghani berharap pergerakan harga gula konsumsi bisa stabil.

"Tentu ini bagian dari upaya PTPN bisa menurunkan cost distribusi hingga sampai ke konsumen," tandas Ghani.



Simak Video "Dear Pemerintah, Pembuat Gula Aren Purwakarta Minta Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)