Nasib Pesawat R80 Habibie yang Gagal Masuk Prioritas Jokowi

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2020 08:00 WIB
Mantan presiden Republik Indonesia Burhanudin Jusuf Habibie akan bertekat mengembalikan kemampuan putra-putri Indonesia membuat pesawat terbang buatan sendiri. Beliau saat ini telah mendirikan PT Regio Aviasi Industri (RAI) untuk proyek pembuatan pesawat barunya yakni R80, Jakarta (10/01/2013). file
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Anak Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie buka-bukaan soal alasan pengembangan pesawat 80 penumpang (R80) yang dihapus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari daftar proyek strategis nasional (PSN).

Ilham mengatakan sudah beraudiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelum dihapusnya R80 dari PSN. Dari audiensi tersebut, dia mendapatkan penjelasan bahwa R80 harus selesai di 2024.

"Saya kebetulan beraudiensi langsung kepada bapak Menteri Airangga Hartarto khusus mengenai PSN ini dan soal R80 tidak lagi masuk daftar PSN semua proyek PSN harus selesai paling lambat 2024," katanya dalam webinar bertajuk 'Perjalanan Industri Kedirgantaraan Nasional', Jumat (7/8/2020).

Akhirnya dia bersedia warisan dari ayahnya itu harus dihapus dari PSN karena merasa tidak mungkin bisa memenuhi target penyelesaian R80 di tahun 2024. Pasalnya, pengembangan pesawat terbang butuh proses yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

"Tentu itu tidak akan bisa terpenuhi dan oleh karena itu memang kita tidak bisa qualified lagi untuk PSN," sebutnya.

Lalu, bagaimana nasib pengembangan pesawat R80 setelah dihapus dari PSN?

Ilham menegaskan pengembangan pesawat R80 tetap berlanjut meskipun dihapus dari PSN. Soal masuk PSN atau tidak, Ilham bilang, sejak awal pengembangan pesawat ini tidak melibatkan pemerintah.

"Perlu saya catat di sini bahwa kehadiran R80 di daftar PSN memang datang dari awal dengan satu catatan bahwasanya pemerintah tidak menyanggupi untuk mendanai R80 dan kehadiran kita di situ lebih diartikan sebagai dukungan untuk mencari investor, bukan menerima investasi. Jadi kita ini dengan atau tanpa berada dalam daftar PSN memang tidak mengandalkan pemerintah untuk R80," ungkapnya.

Meski begitu, Ilham bilang, pemerintah tetap mendukung pengembangan R80 melalui peran Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Sayangnya, dia tidak menjelaskan dukungan seperti apa yang diberikan. Yang jelas dia menyebut dukungan itu bukan berupa bantuan pendanaan.

Untuk diketahui, proyek pesawat R80 dihapus dari PSN dan digantikan dengan pengembangan drone kombatan yang juga sedang dirintis. R80 merupakan besutan almarhum BJ Habibie. Habibie yang meninggal pada usia 83 tahun mewariskan rancangan pesawat jenis turbo prop R80 yang dikembangkan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Persiapan pembuatan pesawat ini mulai sejak 2013.



Simak Video "Tiba di Museum TNI AU Yogya, Pesawat N250 Dirakit Ulang"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)