Diskon Listrik Hingga Kredit Modal Kerja, 'Vitamin' Buat Pabrik Sepatu

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2020 17:27 WIB
Pemburu Diskon Nike Mengantre Panjang

Para pengunjung rela berdesakan dan antre panjang demi mendapat sepatu Nike di Exhibition Hall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (23/08/2017). Nike mengadakan diskon gede-gedean hingga 90 persen di Exhibition Hall Grand Indonesia. Diskon ini akan berlangsung hingga 27 Agustus mendatang. Grandyos Zafna/detikcom
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan insentif fiskal berupa diskon listrik untuk industri hingga kemudahan mendapat kredit modal kerja diharapkan dapat membantu para pabrik atau produsen persepatuan Indonesia di tengah pandemi Corona.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Elis Masitoh mengatakan saat ini banyak pabrik atau produsen persepatuan yang mengurangi kapasitas produksinya lantaran lesunya permintaan di tengah pandemi Corona.

"Baru-baru ini kan ada insentif penghapusan jam minimum pemakaian listrik untuk industri yang belum normal berproduksi, ini sangat membantu," kata Elis saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (21/8/2020).

Selain itu, Elis menyebut para pelaku industri sepatu juga bisa memanfaatkan insentif yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 44. Insentif fiskal yang diterbitkan selama Corona ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri.

Hal senada diungkapkan oleh Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengatakan para karyawan pabrik sepatu yang terdampak pengurangan produksi bisa memanfaatkan program perlindungan sosial yang sudah dilaksanakan pemerintah.

"Kan ada stimulus pinjaman tanpa bunga yang sudah diluncurkan Pak Menko (Airlangga Hartarto), bisa juga (Kartu Pra Kerja)," katanya.

Perlu diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial pada program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp 203,9 triliun. Program perlindungan sosial ini mulai dari PKH, Kartu Sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT), program sembako, hingga diskon listrik.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko akan memanfaatkan program stimulus fiskal yang sudah dilaksanakan pemerintah. Menurut dia, diskon listrik untuk industri mampu membantu produsen sepatu bertahan di tengah pandemi Corona.

Meski begitu, dirinya mengaku untuk program kredit modal kerja masih belum dibahas secara lebih lanjut mengingat kondisi yang belum kondusif.

"Mengenai listrik sudah kita terima, sudah bagus, sekarang kita juga akan diberikan modal kerja dan kemudahan di bank dan itu belum kita atur karena situasi kita juga tidak bisa prediksi ke depannya bagaimana," ungkapnya.



Simak Video "BNI Creativepreneur : SMES Go Global"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)