Penjualan Rokok Gudang Garam Melempem Dihantam Corona

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 18:52 WIB
Pemerintah akan menaikkan cukai rokok 23% dan harga jual eceran (HJE) 35% mulai tahun depan.
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Gudang Garam Tbk mengumumkan terjadi penurunan volume penjualan rokok di paruh pertama 2020. Penurunan terjadi sebanyak 8,8% dibanding tahun sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan Heru Budiman memaparkan volume penjualan rokok saat ini mencapai 42,5 miliar batang, padahal di semester I tahun sebelumnya bisa mencapai 46,6 miliar batang.

Heru mengatakan hal ini terjadi karena melemahnya daya beli masyarakat di tengah pandemi Corona. Selain itu, harga rokok lebih mahal dibanding tahun sebelumnya karena naiknya cukai rokok pada awal tahun.

"Di seluruh Indonesia mengalami penurunan volume akibat COVID-19. Selain itu, karena harga rokok juga naik dibanding tahun 2019," ujar Heru dalam Public Expose Virtual yang diadakan Bursa Efek Indonesia, Senin (23/8/2020).

Dia menjabarkan saat ini segmen rokok SKM mengalami penurunan penjualan dari 38,3 miliar menjadi 35,8 miliar pada semester I-2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019.

Meski begitu, segmen rokok ini dinilai Heru masih menjadi andalan Gudang Garam. Pasalnya meski volume penjualannya turun, rokok ini masih dominan penjualannya di antara jenis lain.

"Boleh dibilang yang jadi andalan itu adalah brand yang memang ada dari dulu, brand yang lama, beberapa ada segmen SKM full flavour. Seperti Surya, Gudang Garam Internasional. Secara keseluruhan mengalami penurunan tapi posisinya dominan," papar Heru.

Dia melanjutkan penurunan paling dalam ada pada penjualan rokok SKM LTN menjadi hanya 2,3 miliar batang atau turun 45,6%. Sementara itu, segmen rokok SKT mengalami peningkatan 7,5% menjadi 4,5 miliar batang.

Penjualan Gudang Garam sendiri angkanya naik 1,75% dari pada paruh pertama 2020 dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya, harga cukai yang naik berpengaruh kepada harga jual rokok.

"Pendapatan kita mengalami kenaikan 1,75% timbul dari penurunan volume, karena harga jual kita mengalami peningkatan kenaikan harga yang mulai terjadi di bulan Februari hingga Maret. Kenaikan yang terbesar dalam cost of sales ataupun harga pokok penjualan adalah cukai yang untuk SKM kenaikan 26%, dan SKT 12%," jelas Heru.

Meski begitu, komponen terbesar dari harga jual rokok masih dominan untuk cukai rokok, mencapai 79,5% dari total harga rokok, padahal di tahun sebelumnya cuma 78,4%.



Simak Video "Kemenko PMK: 25,9% Pemuda Merokok, Asal Muasal Penyalahgunaan Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)