Alasan Menperin Izinkan Pabrik LG Tetap Operasi Meski Pandemi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2020 08:00 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Foto: Dok. Kemenperin
Jakarta -

Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang tetap diperbolehkan beroperasi selama pandemi virus Corona (COVID-19) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 9 tahun 2020.

Namun, untuk beroperasi di tengah pandemi, industri manufaktur perlu mengajukan izin kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Izin akan diberikan dengan syarat pabrik yang beroperasi harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan tertib.

Sayangnya, baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyatakan salah satu pemain di industri manufaktur, yakni pabrik LG di kawasan MM 2100, Cibitung menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 setelah 242 karyawan dinyatakan terpapar virus tersebut.

Meski begitu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan selama beroperasi di tengah pandemi, pabrik LG sudah menjalankan protokol kesehatan.

"Industri manufaktur merupakan sektor yang sejak awal sudah punya pedoman di mana industri-industri itu bisa menjalani operasional. Karena melalui Permenkes nomor 9 tahun 2020 memang ditetapkan industri manufaktur dikecualikan dari yang tutup," jelas Agus di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

"Berkaitan LG, semua protokol kesehatan yang berkaitan dengan COVID-19 sudah dilaksanakan dengan baik," sambungnya.

Selain hal itu, Agus menuturkan, alasannya memberi izin LG beroperasi ialah karena pabrik multi-nasional tersebut sudah punya komitmen ekspor dengan pelanggan di luar negeri. Sehingga, di tengah pandemi ini pabrik LG harus tetap beroperasi untuk memenuhi komitmen ekspor tersebut.

"Kita nggak boleh lupa lagi punya komitmen dengan buyer yang ada di luar negeri. Mereka harus ekspor terhadap produk-produk yang sudah jadi komitmen mereka. Jadi tentu kita harus sangat bijak," jelas Agus.

Selain adanya komitmen, pandemi ini jadi peluang bagi sektor industri dalam negeri untuk merebut pasar global di mana pabrik di negara lain harus tutup karena kebijakan lockdown.

"Negara lain lakukan lockdown industri nggak bisa kerja. Sehingga market-market global ekspor yang biasanya dipenuhi negara-negara lain yang jadi kompetitor kita. Mereka nggak sanggup penuhi, karena pabrik-pabriknya ditutup. Sehingga masuk produk-produk Indonesia untuk menggantikan produk-produk negara lain yang lockdown. Itu salah saTu penyebab ekspor kita naik 15% di bulan Juli," paparnya.

Agus menegaskan, operasional industri manufaktur khususnya LG itu harus berlanjut. "Saya tidak mau komitmen ekspor LG diisi oleh negara lain. Saya nggak mau itu. Itu harus dikelola dengan baik," tegasnya.

Sekali lagi, ia menegaskan protokol kesehatan wajib diterapkan dan sudah menjadi komitmen bagi pabrik yang memilih beroperasi.

Sebagai informasi, setelah diumumkan menjadi klaster baru COVID-19, operasional pabrik LG dihentikan sementara selama 14 hari oleh Pemkab Bekasi.



Simak Video "Satgas 'Sentil' LG Buntut 238 Pegawainya Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)