Usulan Suntikan Rp 1 T ke Bio Farma buat Bikin Pabrik Vaksin

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2020 22:19 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto: Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung
Jakarta -

Kementerian BUMN mengusulkan tambahan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Bio Farma (Persero) sebesar Rp 1 triliun pada tahun depan. PMN tersebut rencananya digunakan untuk pembangunan pabrik vaksin.

Demikian disampaikan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin di DPR Jakarta, Kamis (3/9/2020).

"Kalau Bio Farma kan buat bikin pabrik vaksin ya metode baru. Grupnya Bio Farma kan sama bikin bahan baku obat kan masih banyak impor," katanya.

Selain Bio Farma, BUMN yang diusulkan dapat PMN ialah PT RNI (Persero) dan BUMN rumah sakit. Masing-masing juga mendapatkan PMN sebesar Rp 1 triliun.

"Yang Bio Farma Rp 1 triliun, hospital rumah sakit Rp 1 triliun, RNI Rp 1 triliun," kata Budi.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, PMN yang diberikan kepada Bio Farma digunakan untuk membangun pabrik bahan baku masker. Di mana, salah satu komponennya selama ini masih impor.

"Nah Bio Farma sendiri anggarannya kan kita masker, tapi di dalamnya bahan itunya masih impor. Kita mengajukan kalau bisa bikin pabrik aja nggak usah impor," tutur Erick.



Simak Video "Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)