Amazon Larang Pedagang Benih Asing 'Operasi' di AS, Ini Alasannya

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 06 Sep 2020 19:23 WIB
Supermarket Amazon tanpa kasir
Foto: Amazon
Jakarta -

Amazon.com Inc melarang penjualan benih di Amerika Serikat (AS) setelah ribuan warga AS menerima paket benih yang tidak diminta ada di kotak surat. Sebagian besar paket tersebut berstempel pos dari China.

Departemen Pertanian AS (USDA) pada bulan Juli mengidentifikasi bahwa ada lebih dari selusin spesies tanaman mulai dari morning glory hingga mustard di dalam kantong benih 'misteri' tersebut.

Menurut para ahli tanaman, benih dari negara lain bisa menjadi varietas non-asli yang merusak tanaman komoditas. Untuk itu, ke depannya penjualan benih di AS hanya boleh dilakukan oleh penjual di negara tersebut.

"Ke depan, kami hanya mengizinkan penjualan benih oleh penjual yang berbasis di AS," kata Amazon dikutip Reuters, Minggu (6/9/2020).

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, perusahaan mengubah kebijakan penjualan benih pada Rabu (2/9). Penjual yang tidak mengikuti pedoman akan dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan penghapusan akun mereka.

Menurut halaman web Amazon, larangan tersebut juga berlaku untuk tanaman dan produk tanaman. USDA mengatakan paket tersebut kemungkinan merupakan bagian dari penipuan, di mana orang menerima barang yang tidak diminta dan kemudian diposting ulasan positif untuk meningkatkan penjualan.

Dalam pembaruan pada 11 Agustus, Wakil Administrator untuk Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman (APHIS) USDA, Osama El-Lissy menyebut para ahli yang menganalisis beberapa benih dari China menemukan sedikit masalah. Kedua negara dinilai sedang kerja sama dalam penyelidikan.



Simak Video "Pandemi Corona Bikin Harga Saham Amazon Selangit!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)