Mesin Impor Masih Marak di RI, Produk Lokal Nggak Laku?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 11:26 WIB
Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat harga mesin jahit impor terus mengalami kenaikan. Kenaikan harga ini juga dirasakan pedagang mesin jahit dan spare part, di jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta. Rengga Sancaya/detikcom.
Ilustrasi Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia masih banyak mengimpor alat permesinan. Mesin yang diimpor merupakan barang modal untuk melakukan produksi. Padahal pelaku industri dalam negeri sudah bisa menghasilkan benda tersebut.

"Kita tahu bahwa produk-produk mesin ini yang menjadi barang modal dari proses produksi merupakan hal yang sangat penting, rangkaian dalam proses produksi. Dan kita masih banyak sekali dilakukan impor untuk memasukkan barang-barang modal ke Indonesia," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Festival Virtual Bangga Mesin Buatan Indonesia (BMBI Fest), Selasa (15/9/2020).

Hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar impor bisa ditekan dan mendorong pemanfaatan mesin buatan dalam negeri, khususnya yang dibuat oleh industri kecil dan menengah (IKM).

Menurutnya, IKM yang membuat alat permesinan perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan produk mereka. Dalam hal ini, pihaknya menyediakan wadah melalui pameran produk virtual.

"Galeri mesin lokal yang bekerja sama dengan Blibli diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha menemukan IKM atau produk-produk IKM yang memproduksi peralatan atau permesinan lokal. Dengan hadirnya galeri mesin lokal diharapkan IKM peralatan dan pemesinan di Indonesia memasuki trend bisnis digital yang berdampak pada perluasan pemasaran dan jaringan IKM melalui teknologi digital," jelasnya.

Diharapkan IKM bisa menjadi ujung tombak bagi industri manufaktur dan mengisi kebutuhan di dalam negeri.

"Apalagi sektor iKM tidak akan terpisahkan dari bagian proses produksi atau rantai pasok industri skala besar. Ini goal kita, ini misi kita bagaimana IKM bisa menutup pohon-pohon industri yang masih kosong menjadi bagian dari mata rantai pasok industri," tambahnya.



Simak Video "238 Karyawan Positif Covid-19, LG Bekasi Setop Produksi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ang)