Airlangga: 30 Juta Vaksin Diberikan di Kuartal IV-2020

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2020 11:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers skenario pemulihan ekonomi terkait Corona. Skenario pemulihan ekonomi disiapkan hingga tahun depan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sekitar 30 juta vaksin virus Corona sudah bisa diberikan pada kuartal IV-2020. Hal itu menyusul sudah banyaknya vaksin yang masuk tahapan uji klinis.

Airlangga bilang, Indonesia sudah berhasil mengakses sekitar 250-300 juta vaksin yang bisa disebar nantinya. Proses produksi vaksin ini juga hasil kerja sama pemerintah dengan beberapa perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Akses vaksin diperoleh 250 juta sampai 300 juta. Sekarang 30 juta (vaksin) sudah dikomitmen untuk bisa diberikan di kuartal-IV," kata Airlangga saat menjadi pembicara kunci di acara Sarasehan 100 Ekonom dengan tema Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Airlangga mengatakan pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan banyak perusahaan untuk memproduksi vaksin. Dengan kerja sama itu, diharapkan pada kuartal I-2020 vaksinasi sudah bisa dilaksanakan.

"Sehingga nanti di kuartal I kita sudah bisa melakukan vaksinasi subject ke keberhasilan pengetesan dari clinical trial," jelasnya.

Menurutnya, berbagai produk vaksin yang sudah dikerjasamakan ini juga sebagai upaya pemerintah menghentikan laju penyebaran COVID-19 serta dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Dia bilang, dampak pandemi COVID-19 telah menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di beberapa daerah yang selama ini berkontribusi besar. Seperti Bali minus 10%, DKI Jakarta minus 8,22%, Jawa Timur minus 5,9%, Jawa Barat minus 5,8%, dan Jawa Tengah minus 5,94%.

"Apa yang dilakukan pemerintah untuk stop pandemi, salah satunya diperoleh akses vaksin. Pemerintah sudah uji klinik vaksin yang sedang berlangsung. Tidak hanya di Indonesia tapi China, Brasil, Bangladesh. Diharapkan selesai Desember," ungkapnya.

(hek/fdl)