Bisnis Rokok Mulai Ngebul Lagi Setelah Pelonggaran PSBB

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2020 13:45 WIB
Pemerintah akan menaikkan cukai rokok 23% dan harga jual eceran (HJE) 35% mulai tahun depan.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melihat adanya pemulihan volume penjualan industri rokok dalam beberapa bulan terakhir khususnya setelah dilakukan pelonggaran terhadap pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau PSBB masa transisi.

"Kami melihat 5% hingga 10% perbaikan volume penjualan dalam bulan terakhir kuartal III-2020," ujar Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dalam paparan publik secara virtual, Jumat (18/9/2020).

Sedangkan untuk volume penjualan saat PSBB diperketat lagi seperti sekarang, belum ada data rincinya. Meski begitu Mindaugas optimis, penjualan emiten berkode saham HMSP ini akan merangkak naik lagi saat nanti ada PSBB dilonggarkan lagi.

Secara keseluruhan, volume penjualan HMSP hanya 38,5 miliar batang sepanjang semester I-2020. Pencapaian paruh pertama tahun ini turun 18,2% dari 47,1 miliar batang periode yang sama tahun lalu.

Dengan begitu, HMSP hanya membukukan penjualan sebesar Rp 44,73 triliun sampai 30 Juni 2020 lalu. Posisi itu turun 11,80 % dari capaian sebesar Rp 50,71 triliun pada semester I/2019.

Kontribusi terbesar berasal dari penjualan sigaret kretek mesin Rp 30,50 triliun pada semester I-2020. Posisi kedua ditempati oleh sigaret kretek tangan Rp 9,50 triliun per 30 Juni 2020. HMSP mengantongi laba bersih Rp 4,88 triliun pada semester I-2020. Pencapaian itu turun 27,82% dari Rp 6,77 triliun periode yang sama tahun lalu.



Simak Video "Kemenko PMK: 25,9% Pemuda Merokok, Asal Muasal Penyalahgunaan Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)