Obat Corona Rp 3 Juta Dianggap Kemahalan, Kalbe Farma Buka Suara

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 10:54 WIB
Antivirus Remdesivir Disebut Berdampak Signifikan Terhadap Pemulihan Pasien COVID-19
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

PT Kalbe Farma Tbk mengedarkan antivirus Covifor (remdesivir) untuk pasien COVID-19 di Indonesia. Obat yang diimpor dari perusahaan asal India, Hetero itu dibanderol Rp 3 juta per dosis.

Sayangnya harga tersebut dianggap kemahalan oleh masyarakat. Seperti keluhan yang disampaikan pembaca detikcom pada kolom komentar.

Atas adanya keluhan itu, Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius buka suara. Dia menjelaskan harga tersebut tergantung dengan volume barang yang diimpor.

"Produk Covifor saat ini masih diimpor oleh PT Amarox (anak perusahaan dari Hetero India) dan faktor harga selalu berbanding lurus dengan jumlah unit atau volume yang ada. Saat ini di tahap awal volume masih kecil," kata dia melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Pihaknya memperkirakan harga dapat disesuaikan setelah volume barang bertambah lebih banyak dibandingkan yang dipasok pada tahap pertama ini.

"Kalbe memperkirakan setelah volume bertambah maka harga tersebut akan disesuaikan oleh Hetero India selaku produsen," sebutnya.

Dia sebelumnya menjelaskan tidak ada pembatasan kuota yang dilakukan perusahaan India untuk memasok remdesivir ke Indonesia. Jadi itu tergantung kebutuhan saja.

"Dari supply boleh dibilang tidak ada batasnya. Jadi Amarox India relatively mempunyai kapasitas yang besar dan ini supply-nya akan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia," tambahnya.

(toy/ara)