Bahan Masker Kain yang Sesuai SNI akan Ditentukan Pemerintah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 05 Okt 2020 14:56 WIB
Para pedagang berjualan masker kain di kawasan Pasar Jombang Sudimara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten (15/4/2020). Pedagang masker kain marak sebagai dampak pandemi COVID-19 dan kewajiban bermasker selama masa PSBB. Masker kain dijual dengan harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 15.000 tergantung bahan dan jumlah lapisan kain.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah melalui menetapkan SNI 8914:2020 Tekstil-Masker dari kain. Jadi masker kain yang dibuat harus mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan.

Kepala Bidang Akreditasi Laboratorium Kalibrasi Badan Standarisasi Nasional (BSN) Donny Purnomo mengungkapkan SNI yang ditetapkan bertujuan untuk acuan bagi para pembuat masker, pembeli hingga pemangku kepentingan.

Dia menyebutkan dengan SNI ini nantinya BSN akan melakukan sosialisasi untuk bahan pembuatan masker.

"Nantinya akan diinformasikan tentang tata cara, pemilihan bahan kepada pelaku usaha tentunya tentang pembuatan masker kain yang baik," kata Donny saat dihubungi detikcom, Senin (5/10/2020).

Donny menjelaskan minggu ini pihak BSN akan mengumumkan bahan seperti apa yang cocok untuk membuat masker kain.

Dia menyebutkan saat ini industri masker rumahan juga sedang berkembang. "Sekarang kegiatan ekonomi dari masker ini juga sedang berkembang, jadi supaya tidak terganggu. Kami sosialisasikan dulu," jelas dia.

Pemilihan kain menjadi sangat penting misalnya kain yang pewarnanya tidak mengandung logam berat terlalu tinggi. Serta sosialisasi kain batik yang cocok untuk masker.

Donny mengungkapkan nantinya BSN akan menggunakan platform online mulai dari Facebook sampai Instagram untuk sosialisasi ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2