PT PAL Modernisasi KRI Malahayati-362, Ini Kecanggihannya

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 10 Okt 2020 17:04 WIB
PT PAL Indonesia menuntaskan pembuatan KRI Kerambit-627 pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Penyerahan kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter itu dilakukan di Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL Ujung, Surabaya.
Ilustrasi Kapal Perang/Foto: Amir Baihaqi
Jakarta -

PT PAL Indonesia (Persero) berhasil memodernisasi Kapal Perang Indonesia (KRI) atau KRI Malahayati-362. Kapal yang telah bertugas sejak 1980 ini sudah siap tempur dan siap mengamankan wilayah perairan nasional.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga mengatakan, proses modernisasi KRI Malahayati-362 ini sudah dilengkapi dengan teknologi terkini yang bisa bertempur dengan cara-cara modern.

"Di samping kita harus memperkuat daya tahan kita di bidang farmasi, bidang pangan. Kita juga butuh daya kekuatan kita di urusan keamanan. Dan kali ini BUMN kita PT PAL sudah selesai melakukan modernisasi kapal perang yaitu namanya Malahayati-362," kata Arya seperti dikutip dari akun Instagram Kementerian BUMN, Sabtu (10/10/2020).

Meski usianya sudah 40 tahun, Arya mengatakan, KRI Malahayati ini bisa beroperasi kembali selama 15 tahun ke depan.

"Kapal ini sebenarnya sudah tua tapi dengan dilakukannya modernisasi maka kapalnya akan mampu untuk kembali bertempur untuk peperangan-peperangan modern, dan ini diperkirakan bisa membuat usia operasional peperangan dari kapal Malahayati ini mencapai 15 tahun ke depan," ujarnya.

Mengutip CNN Indonesia, nama KRI Malahayati-362 diambil dari Pahlawan Nasional asal Aceh yaitu Laksamana Malahayati yang memimpin Inong Balee melawan Armada Kapal Belanda pimpinan Cornelis de Houtman.

KRI Malahayati-362 merupakan korvet kelas Fatahallah yang dibuat oleh galangan kapal Wilton-Fijenoord di Belanda memiliki panjang 83,85 meter dan berat 1484 ton.
Modernisasi mencakup peremajaan ship platform, modernisasi CPP & Sensor-Senjata, penggantian propulsi CODOG menjadi CODAD, diesel generator, dan pembaharuan CMS, serta training kepada pengawak kapal TNI Angkatan Laut dalam pengoperasian dan pemeliharaan tingkat organik.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Salah satu aspek yang menarik dalam proyek MLM adalah penggantian sistem penggerak combine diesel or gas turbine (CODOG) dan dimoderinasi menggunakan combine diesel and diesel (CODAD).

Sistem propulsi ini diperbarui melalui penggantian Gas Turbin dengan 2 unit Diesel Engine, sehingga total menjadi 4 Diesel Engine yang menjadikan lebih powerful, stabil dan ekonomis.

Penyesuaian atau modernisasi dengan teknologi terkini juga dilakukan pada combat management system (CMS). Setelah melaksanakan program MLM, KRI Malahayati-362 mampu melaksanakan fungsi peperangan laut modern dan estimasi operasional selama 15 tahun ke depan.

Seluruh pekerjaan program MLM KRI Malahayati-362 telah diselesaikan dan telah lulus Verifikasi 1, Verifikasi 2 dan Verifikasi 3 (uji fungsi) serta Uji Kelaikan atau Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT).

Dilansir situs Mil Power, kapal ini biasa disenjatai dengan 1 x Bofors 120mm/46-caliber TAK-120 naval gun, 1 x Bofors 40mm/70-caliber Mk.2 anti-aircraft gun 2 x 20mm Mk.16 autocannons, 4 x MM38 Exocet AShMs, 2 x Bofors SR-375A 375mm anti-submarine mortars, dan 2 x Mk.32 triple torpedo tubes.

(hek/ara)