3 Fakta soal 14 BUMN Mau Dibubarkan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 18:30 WIB
Kantor Kementerian BUMN
Ilustrasi/Foto: detikcom
Jakarta -

Wacana likuidasi atau pembubaran BUMN kembali bergulir. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, 14 BUMN akan dilikuidasi melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA. Berikut fakta-faktanya:

1. Ada 9 'Pasien' PPA

Dalam catatan detikcom, ada 9 BUMN yang saat ini tengah ditangani PPA. Sembilan BUMN itu yakni PT Merpati Nusantara Airline (Perseero), PT Survai Udara Penas (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Kertas Leces (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

Kertas Leces sendiri diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya pada 25 September 2018 lalu. Sementara, Merpati sudah tak beroperasi dan menunggu suntikan modal investor yakni PT Intra Asia Corpora dengan nilai Rp 6,4 triliun.

2. PPA Belum Dapat Penugasan

Kepala Grup Komunikasi PPA Agus Widjaja, menjelaskan likuidasi menjadi jalan terakhir bila memang BUMN tersebut sudah benar-benar tidak bisa diselamatkan.

"Likuidasi itu sudah jalan terakhir banget kalau memang sudah tidak bisa, asetnya sudah tidak bisa dikembangkan, terus sudah tidak bisa dikerjasamakan, produk-produknya sudah sunset (merosot)," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, itu dilakukan karena jika dipertahankan akan menjadi beban negara. Meski begitu, PPA belum menyebut BUMN yang dimaksud. PPA juga belum mendapat penugasan likuidasi BUMN.

"Kita belum benar-benar dapat penugasan 'ini lho 14-nya', kita belum ada," sebutnya.



Simak Video "Vaksinasi Pegawai BUMN Sempat Tak Jaga Jarak, Ini Penjelasannya"
[Gambas:Video 20detik]