MUI Bakal Terbang ke China Untuk Pastikan Vaksin Corona Halal

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 09:09 WIB
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Jakarta -

Distribusi vaksin virus Corona (COVID-19) akan dimulai pada November 2020 mendatang. Vaksin yang akan mulai masuk Indonesia ialah produksi dari Sinovac, G42/Sinopharm, dan CanSino Biologics.

Untuk memastikan kehalalan vaksin Corona tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Bio Farma selaku BUMN yang mendistribusikan vaksin tersebut akan bertolak ke China lusa, tepatnya Rabu (14/10). Kementerian/lembaga tersebut, dan juga Bio Farma disatukan dalam Tim Inspeksi untuk vaksin Corona.

Untuk kehalalan vaksin Corona G42/Sinopharm sendiri akan diambil dari data uji klinis di Uni Emirat Arab (UAE) karena di produksi di negara tersebut. Perlu diketahui, perusahaan asal UAE Group 42 (G42) bekerja sama dengan Sinopharm-China dalam pengembangan vaksin Corona.

"MUI-nya Abu Dhabi sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Senin (12/10/2020).

Selain vaksin G42/Sinopharm, kehalalan vaksin Sinovac dan CanSino juga sudah dijamin melalui partisipasi MUI dalam proses pengujian data.

Honesti sendiri pada Sabtu (10/10) lalu sudah bertolak ke China, bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk melakukan finalisasi pembelian vaksin Corona tersebut.

Ketiga produsen vaksin Corona itu akan mulai melakukan pengiriman pada November 2020 mendatang. Secara rinci Sinovac akan mengirim 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November, 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. Lalu, G42/Sinopharm akan mengirim 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Kemudian, CanSino akan mengirim 100.000 dosis vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.



Simak Video "Masih Dibahas, Harga Vaksin Corona di Indonesia Belum Ditetapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)