Vaksin Corona Tiba di RI November, Disuntik ke Masyarakat Kapan?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 14:35 WIB
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Jakarta -

Program vaksinasi Corona akan tampak jelas progresnya pada November 2020 nanti. Sebab, vaksin dari sejumlah perusahaan akan mulai dikirim ke Indonesia.

Berdasarkan keterangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Senin (12/10/2020), Cansino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020 dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, di mana 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020 dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan, persiapan detil untuk program vaksinasi terus dilakukan. Dia bilang, tenaga kesehatan dan aparat keamanan menjadi prioritas. Lanjutnya, sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi COVID-19.

"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedic, pelayanan public, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," kata Terawan.

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, pihaknya saat ini tengah menunggu uji klinis tahap III rampung. Dia bilang, penyelenggaraan vaksinasi merupakan kewenangan pemerintah.

"Rencana vaksinasi itu domain pemerintah," katanya kepada detikcom.

Sementara, Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan eksekusi pemberian vaksin untuk penduduk Indonesia diharapkan bisa terealisasi pada awal tahun depan. Dia menyebutkan saat ini vaksin menjadi salah satu cara untuk keluar dari pandemi ini.

"Saya rasa saya bukan ahlinya tapi saat ini sedang uji klinis 3, sehingga awal tahun depan seharusnya sudah mendapatkan approval dari FDE nya China, Inggris, Amerika Serikat, BPOM dan bisa mulai program early next year," kata Budi dalam acara Blak-blakan detikcom.

Dia menyebutkan memang untuk pembuatan vaksin rata-rata membutuhkan waktu 7 tahun dan paling cepat 4 tahun. Namun pandemi ini membuat seluruh dunia memberikan sumber-sumber penelitian untuk proses pembuatan vaksin sehingga produksi bisa lebih cepat.

(acd/eds)