Kabar Baik! Industri Pengolahan Mulai Menggeliat Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 15:37 WIB
Pameran Allpack Indonesia 2014 digelar, di Jakarta International Expo (JI-Expo), Kemayoran, Jakarta. Teknologi industri pengolahan dan pengemasan, serta tekonologi unggulan dibidang food & confectionery, beverage, liquid, pharma & health care, agri food, cosmetic, beauty & personal care, chemical, multi industry, innovation packaging serta teknologi berkualitas dan berdaya saing tinggi turut dihadirkan di pameran ini.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja industri pengolahan akan membaik meskipun masih dalam fase kontraksi. Dari catatan BI Prompt Manufacturing Index (PMI) BI sebesar 44,91% membaik dari 28,55% pada kuartal sebelumnya.

"Perbaikan kinerja industri pengolahan diindikasi semakin membaik pada kuartal IV 2020, meski tetap berada pada fase kontraksi," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

Dalam laporan BI volume produksi tercatat mengalami peningkatan dengan indeks sebesar 45,35% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang hanya 25,36%.

Menurut BI perbaikan indeks volume produksi sejalan dengan peningkatan permintaan pascadiberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejak awal Juli 2020.

Pada kuartal IV 2020 volume produksi diprakirakan terus membaik meski masih terbatas dan dalam fase kontraksi sebesar 47,82%, diperkirakan sejalan dengan ekspektasi aktivitas industri yang membaik.

BI juga mencatat volume pesanan barang input meningkat dan berada dalam fase ekspansi pada kuartal III 2020 dengan indeks 50,55% lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya 28,95%. Peningkatan ini terjadi di seluruh subsektor industri pengolahan, terutama subsektor industri makanan, minuman dan tembakau.

"Meningkatnya volume pesanan barang input sejalan dengan PSBB transisi sehingga mendorong meningkatnya aktivitas perekonomian dan kinerja perusahaan di sektor industri pengolahan, termasuk untuk mempersiapkan produksi pada kuartal IV 2020," jelasnya.

Jumlah tenaga kerja juga tercatat membaik meskipun masih berada pada fase kontraksi sebesar 41,03% lebih tinggi dibandingkan 31,84% kuartal sebelumnya. Pada kuartal IV 2020, penggunaan tenaga kerja di sektor industri pengolahan diprakirakan meningkat meski masih terbatas sejalan dengan peningkatan volume produksi, namun tetap masih mengalami kontraksi dengan indeks sebesar 44%.

(fdl/fdl)