Uji Klinis Vaksin Corona Baru Kelar 2021, Kok Bisa Disuntikkan November?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 12:55 WIB
Illustrative picture of covid-19 coronavirus vaccine vial
Ilustrasi Foto: iStock
Jakarta -

Vaksin Corona (COVID-19) dari perusahaan China Sinovac tengah menjalani uji klinis tahap III di Bandung dan ditargetkan selesai Januari 2021. Namun, pemerintah mengklaim vaksin Corona akan disuntikkan akhir tahun ini. Kok bisa?

Project Integration Manager R&D PT Bio Farma (Persero) Neni Nurainy menjelaskan, memang uji klinis vaksin Sinovac akan rampung pada Januari 2021. Namun, bisa lebih cepat jika melihat progres yang ada saat ini.

"Terkait dengan vaksin Sinovac memang jadwal kita uji klinis ini akan selesai di akhir Januari 2021. Namun kita akan melihat dinamikanya kemungkinan juga bisa lebih cepat karena memang sampai hari ini sudah tersuntik, minggu lalu sudah tersuntik sekitar 1.565 subjek. Suntikan kedua 843 subjek dari 1.620," terangnya dalam acara Ngopi BUMN, Kamis (15/10/2020).

"Jadi kemungkinan kita bisa produksi di akhir Januari 2021 atau awal Februari 2021," sambungnya.

Dia menuturkan, vaksin yang bakal disuntik pada November ialah vaksin darurat atau emergency yang ditujukan untuk orang-orang yang memiliki risiko tinggi.

"Mengenai vaksin yang bulan November-Desember itu adalah program pemerintah. Jadi program yang dilakukan dalam rangka emergency penanganan COVID-19. Jadi program ini akan diberikan suntikan kepada yang high risk kepada nakes kita dan kepada TNI dan Polri itu salah satu contoh high risk," terangnya.

Dia bilang, vaksin yang digunakan ialah vaksin impor jadi. Saat ini, ada tiga kandidat vaksin yang akan disuntikan pada akhir tahun yakni dari Sinovac, Sinopharm dan CanSino.

Menurutnya, vaksin itu mendapat Emergency Use Authorization (EUA).

"November dan Desember itu pemerintah mengimpor vaksin jadi, yang sudah diwacanakan ada 3 Sinovac, Sinopharm, Cansino masih negosiasi. Dan vaksin-vaksin ini sudah mendapat Emergency Use Authorization (EUA) di negaranya masing-masing yaitu di China untuk masuk Indonesia perlu perizianan BPOM juga," terangnya.

Sementara, Staf Ahli Menteri Kesehatan, Alexander Kaliaga Ginting menjelaskan rencananya penyuntikan vaksin COVID-19 dimulai Desember. Seluruh vaksin COVID-19 yang tiba di Indonesia disebut Alexander potensial dan bisa disuntikkan sambil menunggu hasil uji klinis vaksin COVID-19 selesai.

"Iya rencananya kan di Desember, planning-nya. Banyak (vaksin COVID-19) disiapkan karena kan penduduk Indonesia tinggi ada 250 juta kan," jelasnya saat dihubungi detikcom.

(acd/ang)