Ngebut! Cuan Tesla Naik 156% di Kuartal III

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2020 10:23 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Produsen mobil listrik terbesar dunia, Tesla makin untung. Perusahaan melaporkan pendapatan bersih mencapai US$ 874 juta setara Rp 12,8 triliun (kurs Rp 14.650) pada kuartal-III 2020. Angka itu naik 156% dibandingkan tahun lalu dan naik dua kali lipat dari kuartal-II 2020.

Pendapatan perusahaan yang dipimpin oleh pendiri dan CEO Elon Musk berhasil melampaui ekspektasi dari analis yang memperkirakan pendapatan US$ 539 juta (Rp 7,9 triliun).

Dikutip dari CNN, Kamis (22/10/2020) laporan keuntungan kuartal-III itu menjadi kabar baik bagi investor saham Tesla. Sejauh ini saham Tesla telah berkembang pesat, lonjakannya mencapai 400% selama 2020.

Perusahaan orang terkaya dunia ini jadi makin untung di tengah pandemi. Musk berencana menjual 500 ribu mobil tahun ini. Meski ada sedikit keraguan, mengingat pabriknya di Fremont California telah mendapatkan teguran oleh otoritas kesehatan setempat. Sejauh ini, Tesla telah menjual 319 ribu mobil dalam tiga kuartal 2020.

Laporan keuangan Tesla juga mencatat pendapatan bersih beserta barang khusus sebesar US$ 331 juta (Rp 4,8 triliun), naik tiga kali lipat dibandingkan pendapatan kuartal-II.

Secara total tahun ini pendapatan Tesla mencapai US$ 8,8 miliar (Rp 129 triliun), naik 39% dari 2019. Arus kas perusahaan juga naik tiga kali lipat menjadi US$ 1,4 miliar (Rp 20,5 triliun). Selama kuartal-III uang yang terkumpul mencapai US$ 14,5 miliar (Rp 212,9 triliun), naik 69% dari kuartal-II.

"Kami harus memiliki likuiditas yang cukup untuk mendanai produk kami, terutama rencana ekspansi kapasitas jangka panjang dan biaya lainnya," kata pihak Tesla.

Tesla berencana meningkatkan produksinya di pabrik Fremort yang secara khusus memproduksi mobil Model Y SUV dengan harga murah. Seperti rencananya tahun ini dia ingin memproduksi hingga 500 ribu mobil, untuk Model Y dan Model 3. Pabrik itu juga akan memproduksi 90 ribu Model S dan Model X yang harganya lebih mahal.

Selain itu, kapasitas Model 3 perusahaan di pabrik Shanghai yang baru mencapai 250 ribu, dan jalur perakitan untuk membangun Model Y sedang dibangun di Shanghai, Berlin dan Texas. Perusahaan mengharapkan Model Y menjadi kendaraan listrik terlarisnya.

Perusahaan juga berencana melanjutkan produksi Cybertruck. Namun, Elon Musk memberikan perkiraan secara hati-hati mengenai kapan mobil itu akan tersedia. Musk mengatakan cukup sulit untuk memperkirakan waktunya.

Selain itu, Musk mengumumkan bahwa teknologi full self driving akan luncurkan ke beberapa kendaaraannya. Dia mengatakan teknologi itu akan dirilis ke lebih banyak orang dalam beberapa minggu mendatang dan dia berharap akan dirilis secara luas pada akhir tahun.

Ada beberapa yang mempertanyakan keamanan teknologi self-driving Tesla dan apakah siap untuk digunakan secara luas. Musk menegaskan cara terbaik untuk membuatnya lebih aman adalah jika digunakan seluas mungkin, karena umpan balik dari sistem akan memungkinkan fitur tersebut belajar dan menjadi lebih aman.



Simak Video "Elon Musk Geser Bill Gates Sebagai Orang Terkaya Kedua di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)