Vietnam 'Kebal' Resesi, Harta Juragan Baja Ini Naik Jadi Rp 20 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 22:15 WIB
Tran Dinh Long
Foto: Dok Forbes
Jakarta -

Vietnam adalah salah satu negara yang mampu 'menumbangkan' virus Corona. Berhasilnya Vietnam mengatasi Corona membuat perekonomiannya lolos dari jurang resesi dan mampu pulih dengan cepat.

Kondisi ini membuat kekayaan salah satu pengusaha baja di Vietnam melonjak. Mengutip Forbes disebutkan saham perusahaan Hoa Phat Corporation ini sempat mencapai level terendah pada Maret 2020.

Hal itu juga menyebabkan sekaligus pimpinan perusahaan Tran Dinh Long kembali masuk ke daftar Forbes. Saat 2018 Tran sempat menghilang dari daftar miliarder di Forbes. Namun kini kekayaannya mencapai US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 20,4 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.600.

Kenaikan ini karena kinerja perusahaan yang sangat baik. Hoa Phat mencatat ada kenaikan pendapatan hingga 40% atau sekitar US$ 2,8 miliar. Kemudian laba bersih meningkat 56% menjadi US$ 385 juta untuk periode sembilan bulan pertama 2020.

Analis memproyeksi jika pangsa pasar baja konstruksi Hoa Phat akan naik menjadi 35%.

Tran yang besar di Hanoi memulai perusahaan ini sebagai distributor peralatan dan suku cadang pada 1992 lalu. Kemudian dia mengembangkan perusahaan menjadi penyedia peralatan kantor, pipa baja dan baja konstruksi.

Pada 2015 Hoa Phat juga mendiverisifkasi usaha ke sektor pertanian yang kini menyumbang 12% untuk pendapatan dan 15% laba bersih untuk perusahaan induk.

Ekspansi baja Hoa Phat puncaknya terjadi pada 2017 dengan adanya proyek yang membutuhkan 4 juta ton baja.

Usai pandemi ini, industri baja di Vietnam sedang siap-siap untuk tumbuh. Karena proyek infrastruktur diramal akan terus menggeliat seiring dengan bangkitnya ekonomi Vietnam.



Simak Video "Jejak Kerusakan di Vietnam Dihantam Topan Molave"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)