Ada 160 Juta Dosis Vaksin Corona Bagi yang Mau Disuntik Mandiri

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 06:45 WIB
Covid-19: Apakah mungkin akan ada lebih dari satu vaksin virus corona?
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Pemerintah mulai menyiapkan pasokan vaksin COVID-19 untuk masyarakat yang ingin membeli secara mandiri. Tugas ini diemban oleh Kementerian BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mulai memberikan bocoran terkait penyediaan vaksin COVID019 mandiri. Nantinya akan disediakan sekitar 160 juta dosis vaksin yang diperuntukkan 75 juta masyarakat Indonesia.

"Kemarin pemerintah sudah menugaskan Kementerian BUMN nanti untuk membantu vaksin mandiri itu kurang lebih untuk 75 juta jiwa atau sekitar 160 juta lebih dosis," terangnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/11/2020).

Erick menjelaskan, dari 160 juta dosis yang disiapkan memang hanya diperuntukkan untuk 75 juta orang. Tujuannya agar ada cadangan vaksin sekitar 10% dari dosis yang tersedia. Sebab 1 orang akan disuntik sebanyak 2 kali.

"Keemarin kita sudah rapat kemungkinan angka yang tidak terpakai atau yang rusak dan lain-lain. Kemarin mereka coba tingkatkan di 10-15%. Ini untuk berjaga-jaga," terangnya.

Erick menjelaskan vaksinasi COVID-19 juga diprioritaskan untuk masyarakat dalam rentang usia 18 tahun sampai dengan 59 tahun.

Untuk vaksinasi mandiri ini, Kementerian BUMN menugaskan 2 BUMN yakni PT Biofarma (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero). Proses distribusi vaksinasi COVID-19 mandiri ini akan dilakukan serba digital.

Oleh karena itu, Telkom diikutsertakan untuk membentuk sistem digital. Erick yakin sistem IT yang dibangun akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi dalam proses distribusi vaksin.

Dalam proses pembeliannya juga dilakukan seluruhnya melalui aplikasi. Baca selengkapnya di halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2