Mulai 2030, Mobil Berbahan Bakar Bensin dan Solar 'Haram' di Inggris

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 19 Nov 2020 10:59 WIB
Inggris kemungkinan akan memberlakukan kembali lockdown ketika lonjakan kasus harian di negara tersebut mencapai 6.000 kasus dalam 24 jam.
Foto: AP Photo/Alberto Pezzali
Jakarta -

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan akan melarang penjualan mobil dan van atau mobil ukuran besar berbahan bakar bensin dan diesel di Inggris mulai 2030. Namun, dia menegaskan mobil hybrid masih akan diizinkan.

Dikutip dari BBC, Kamis (19/11/2020) rencana ini merupakan upaya melakukan revolusi industri hijau untuk mengatasi perubahan iklim dan menciptakan lapangan kerja di industri energi nuklir.

Kritikus Inggris mengatakan negara itu telah mengalokasikan 4 miliar poundsterling untuk melaksanakan 10 poin upaya revolusi industri hijau di Inggris.

Menteri Bisnis Inggris Alok Sharma mengatakan 4 miliar poundsterling itu adalah bagian dari paket investasi publik, sementara akan ada 12 miliar poundsterling yang akan membantu mendatangkan tiga kali lipat uang dari sektor swasta. Dia mengungkap uang itu juga akan membuka 250 ribu lapangan pekerjaan di beberapa wilayah di Inggris.

Adapun 10 poin yang ingin direalisasikan Inggris dalam upaya revolusi industri hijau. Pertama, ingin memanfaatkan angin lepas di pantai. Angin pantai akan menghasilkan 40 gigawatt untuk listrik rumah di Inggris. Rencana ini akan membuka 60 ribu lapangan pekerjaan.

Kedua, memanfaatkan hidrogen. Pada 2030 Inggris diprediksi memiliki lima gigawatt kapasitas produksi hidrogen rendah karbon. Hidrogen ini akan bermanfaat untuk industri, transportasi, listrik, dan rumah. Ketiga, energi nuklir yang rencananya sebagai sumber besih dan menyediakan pembangkit nuklir besar, serta reaktor nuklir kecil canggih. Penyediaan energi nuklir akan membuka 10 ribu lapangan kerja.

Keempat Inggris akan berhenti menjual mobil berbahan bakar diesel dan bensin untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik. Kelima, Inggris akan menjadikan bersepeda dan berjalan kaki sebagai cara yang lebih menarik untuk bepergian dan berinvestasi dalam transportasi umum tanpa emisi untuk masa depan.

Keenam, akan mendukung proyek penelitian untuk pesawat dan kapal tanpa emisi. Ketujuh menjadikan rumah, sekolah, dan rumah sakit lebih hijau, lebih hangat, dan lebih hemat energi, termasuk menargetkan memasang 600.000 pompa panas setiap tahun pada tahun 2028.

Kedelapan mengembangkan teknologi terdepan di dunia untuk menangkap dan menyimpan emisi berbahaya dari atmosfer, dengan target untuk menghilangkan 10 juta ton karbon dioksida pada tahun 2030 setara dengan semua emisi Humber industri. Kesembilan, melindungi dan memulihkan lingkungan alam, dengan rencana menanam 30.000 hektar pohon setahun.

Terakhir, mengembangkan teknologi mutakhir dan menjadikan Kota London sebagai pusat global keuangan hijau.

(zlf/zlf)