Dampak Ngeri Kalau Vaksin Corona Bocor ke Black Market

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 22 Nov 2020 14:06 WIB
Illustrative picture of covid-19 coronavirus vaccine vial
Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul
Jakarta -

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mewaspadai vaksin Corona masuk ke pasar gelap alias black market. Memang apa dampaknya kalau sampai terjadi?

Menurut Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, yang patut dikhawatirkan kalau ada yang membeli dan menggunakan vaksin virus Corona dari pasar gelap.

"Mengenai kualitasnya apakah bisa dipertanggungjawabkan? terus kalau misalnya terjadi risiko-risiko misalnya divaksin orangnya lumpuh atau meninggal, nah itu kepada siapa pertanggungjawabannya?" kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (22/11/2020).

Vaksin yang masuk ke black market tentunya juga akan ada permainan harga di dalamnya. Hal itu dipengaruhi oleh hukum supply and demand.

"Kemungkinan kan kalau misalnya pasar gelap kan tentu ada kemungkinan harganya jauh berbeda. Pasar gelap kan bicaranya selalu persoalan supply-demand," sebutnya.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, ketika vaksin virus Corona masuk ke black market maka bisa berbaur dengan vaksin-vaksin palsu.

"Risiko dari black market adalah soal kualitas jangan-jangan vaksin itu palsu. Kalau palsu tidak ada dampaknya tidak masalah, kalau palsu ada dampaknya itu yang jadi persoalan," paparnya.

Erick Thohir pada kesempatan sebelumnya menyoroti kemungkinan vaksin masuk ke black market. Dia menegaskan bahwa vaksin ini menyangkut nyawa manusia sehingga tidak bisa main-main. Jadi tingkat keamanannya harus benar-benar diperhatikan, bahkan dari mulai distribusi awal nanti TNI/Polri akan langsung mengawal demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau ini ada loopholes (celah), ada peluang, ada oknum, nah jual-beli lagi vaksin. Nanti terkena yang disalahkan ya siapa? dan nanti keluarganya kalau ada apa-apa kan kasihan," kata Erick dalam acara bertajuk Indonesia Townhall di salah satu stasiun televisi nasional, Jumat (20/11/2020).

(upl/upl)