Hati-hati Vaksin Corona Jatuh ke Pasar Gelap, Ini PR Pemerintah

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 06:00 WIB
Covid-19: Apakah mungkin akan ada lebih dari satu vaksin virus corona?
Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Penyaluran vaksin virus Corona dinilai rentan bocor ke pasar gelap alias black market. Sebab, menurut pengamat, vaksin COVID-19 merupakan bisnis bernilai multi miliar dolar. Pemerintah sendiri mengatakan biaya uang muka pengadaan vaksin Corona yang sudah tersedia sebesar Rp 3,3 triliun.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan potensi bocornya vaksin virus Corona ke pasar gelap sangat besar. Perlu diketahui, vaksin virus Corona ada dua mekanisme penyuntikan, yakni yang biayanya ditanggung pemerintah, dan yang berbayar untuk kalangan mampu.

"(Potensi bocor) sangat besar karena bisnis vaksin adalah bisnis multi billion dollars, yang bisa menyamai besaran nilainya itu hanya bisnis senjata. Jadi, kalau nanti sampai pemerintah tidak bisa memberikan vaksin itu, artinya dibeli oleh pemerintah, dan disalurkan oleh pemerintah, diawasi oleh pemerintah, black market akan sangat besar," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (22/11/2020).

Analis Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah pun menilai oknum yang memungkinkan melakukan praktik perdagangan ilegal vaksin di pasar gelap bisa dari pemerintah maupun rumah sakit.

"Itu bisa dari importirnya juga dalam hal ini kan pemerintah ya," sebutnya.

Oknum rumah sakit menurutnya bisa juga melakukan perdagangan ilegal semacam itu bekerja sama dengan pihak tertentu. Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan hal itu tentunya untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Dampak bila vaksin Corona bocor ke black market di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3